SURABAYA | duta.co – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur berada di posisi 15 secara nasional, dan terendah di Pulau Jawa. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela rapat terbatas (ratas), Jumat (5/4/2019).

“Jadi kita ingin menginventarisir detail hal yang kita ingin intervensi lebih signifikan. Kita ingin mengurai, mencari titik krusial-nya di mana,” katanya.

Berdasarkan pertemuan ratas tersebut, ditemukan salah satu faktor rendahnya IPM adalah rata rata lama sekolah. Dimana rata-rata lama sekolah, data terakhir BPS 7,39. Berarti, kata Khofifah masih SMP kelas 2 semester 1.

“Lalu, siapa mereka? Ternyata sebagian mereka adalah di atas umur 25 tahun,” jelasnya.

Sehingga, yang akan dilakukan adalah kejar paket C (setara SMA), meskipun kejar paket C ini adalah tugas Kabupaten Kota. Tetapi, kata Khofifah, Pemprov ingin membangun satu kesepahaman pentingnya mengintervensi mereka.

“Yang terutama berumur 25 tahun ke atas, sampai 44 lah, kira-kira pada usia produktif itu kita berharap bahwa mereka akan bisa mengikuti Kejar Paket C,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Khofifah, sebanyak 64 persen para pekerja belum memiliki ijazah SMA sederajat. Sehingga, Pemprov akan koordinasikan dengan para pemilik perusahaan untuk bisa memberikan layanan kejar paket C bagi tenaga kerja yang belum lulus SMA.

“Ya kita harus sisir seperti itu dari ini dari rata-rata lama lama sekolah,” tuturnya. (Zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.