SAYANGKAN: Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan menyayangkan dan membenarkan masyarakat merasa sebagai korban Q Net dan PT AI, tidak ada yang melapor. (duta.co/agoes basoeki)

MADIUN | duta.co -Sejak boss Q Net dan PT Amuba Internasional (AI) Mohammad Karyadi di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, ditangkap Sat Reskrim Polres Lumajang, kini kondisinya sepi. Bahkan, pintu pagar terlihat terkunci dari luar, warga sekitar juga tidak mengetahui keberadaan anggota keluarga lainnya.

“Sayangnya, dari masyarakat merasa menjadi korban atas janji itu tidak ada satu pun melapor ke jajaran Polres Madiun. Saya sudah cek sampai saat ini (kemarin) tidak ada melapor, jika tidak ada laporan, tidak bisa diproses. Saya jamin jika ada korban melapor, pasti laporan ditindaklanjuti,” ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, Kamis (5/9).

Menurutnya petugas Sat Reskrim Polres Lumajang telah melakukan penggeledahan hingga penyitaan di rumah M Karyadi, saat itu didampingi petugas dari Polsek Kebonsari. Hasilnya, sejumlah dokumen, peralatan komputer dan alat kesehatan dibawa.

“Kami hanya mendampingi, soal penyitaan apa penyidik Polres Lumajang tahu,” tandas Kapolres Madiun.

Terpisah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DMPTS) Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto menyatakan telah melakukan pemeriksaan menyangkut ijin usaha baru dan perpanjangan. Hasilnya, dari tahun 2015-Rabu (4/9) tidak ditemukan atas nama Q Net dan PT AI. “Jika perlu data sejak tahun 2004 silam, perlu mengecek ke Perpustakaan dan Kearsipan,” ujarnya.

Jika usaha itu, tambahnya, terdaftar sebelum tahun 2015, maka wajib diperpanjang sesuai aturan lama tiap 3 tahun sekali, berubah menjadi 5 tahun sekali. Perpanjangan wajib dilakukan, begitu juga soal perijinan usaha harus dimiliki.

“Jika mendirikan cabang atau sebutan lain seperti mini market jaringan, wajib memiliki ijin dari daerah setempat,” ujarnya.

Dilaporkan, Q Net berdiri di desa itu sejak 2004 silam,  M Karyadi hidup sederhana mampu menjelma sebagai milyader, membangun rumah mewah, punya mobil dan motor mewah. Bahkan, Q Net mampu merambah hampir seluruh Indonesia, padahal banyak mereka menjadi korban iming-iming  menjadi kaya dengan cara menyetor sejumlah uang.

“Sejak informasi Pak Karyadi ditangkap oleh Polisi (Polres Lumajang) kondisi rumah sepi seperti itu, tidak diketahui keberadaan keluarga lainnya. Tidak aktivitas apa pun, anda (wartawan) lihat sendiri seluruh pintu rumah terkunci. Begitu juga pintu utama terkunci dari luar,” ujar Sardi warga sekitar. (ags)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry