DIAMANKAN: Pelaku Hesti Saat Diamankan Polisi Usai Diperiksa di BRI (duta.co/jamhari)

BANYUWANGI | duta.co -Hesti Iga Apriyanti (24), warga Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi diamankan aparat Polres Banyuwangi usai diperiksa sementara di BRI Unit Karangrejo Selasa (6/3).

Hesti diduga melakukan penipuan terhadap puluhan warga dengan modus investasi di Makassar. Syarat yang diajukannya dengan membukan buku rekening baru. Kenyataanya, rekening tersebut dimanfaatkan untuk tindak penipuan.

Bahkan, Kasat Sabhara Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi dan Kasatreskrim, AKP Sodik Effendi mengamankan Hesti disaat pelaku hendak memohon pembuatan rekening baru di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Karangrejo, Banyuwangi, tepatnya di depan Radio VIS FM, Selasa (6/3).

Kasat Sabhara Polres Banyuwangi, AKP Basori Alwi membenarkan kalau Hesti memiliki rekening lebih dari sepuluh lembar. Dan rekening itu terdiri dari beberapa bank yang ada di wilayah Rogojampi, Kabat, Banyuwangi sampai Wongsorejo. Khusus untuk BRI dia memiliki kurang lebih 7 rekening.

“Itu rekening atas namanya sendiri. Pelaku juga menyuruh orang lain untuk membuat rekening dengan dalih ditawari kerja investasi di Makasar, Sulawesi Selatan. Setidaknya ada 15 orang yang ditawari dan dimintai KTP untuk membuka rekening baru. Masing-masing dari mereka diberi uang Rp 1 juta,” tandasnya di BRI Unit Karangrejo pasca mengamankan pelaku bersama Kasatreskrim, AKP Sodik Effendi.

Warga yang mendapat tawaran kerja investasi di Makasar hanya dengan persyaratan membuka rekening dengan beaya dari pelaku, merasa senang. Mereka merasa mendapat kesempatan kerja yang tidak perlu mengeluarkan beaya besar. Bahkan untuk membuka rekening itu pun mereka mendapat uang dari pelaku.

Polemik muncul setelah proses pembuatan rekening selesai, pelaku menarik buku tabungan plus kartu ATM dari warga yang KTP-nya digunakan untuk membuka rekening baru. Bahkan pemilik tabungan hanya diberi ganti rugi Rp 125 ribu. Persoalan kian meruncing setelah warga yang namanya didaftarkan sebagai nasabah bank mendapat panggilan telepon dari beberapa warga luar Banyuwangi dengan tuduhan menipu.

“Akhirnya warga yang namanya terdaftar dalam buku rekening telepon ke Hesti menanyakan kok bisa rekeningnya digunakan untuk penipuan. Kami mendapat informasi itu dari karyawan BRI Cabang Banyuwangi yang kemudian dilanjutkan dengan langkah penelusuran,” ungkapnya..

Usai diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Banyuwangi. Menurut Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodiq Effendi, ada beberapa korban yang mengaku rekeningnya telah dialiri sejumlah uang. Dalam sehari ada yang tercatat melakukan transaksi 153 kali.

“Dalam rekening Niken, warga Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, teraliri dana Rp 96 juta. Direkening Vita asal Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi, masuk Rp 41 juta. Itu belum di rekening yang lain,” beber Sodik.

Hesti tidak bekerja sendiri. Wanita ini berani merekrut orang untuk membuka rekening bank atas perintah TR yang tinggal di belakang Hotel Santika Banyuwangi. TR informasinya bekerjasama dengan SM, wanita asal Sulawesi Selatan. Keduanya versi Hesti memiliki kedekatan khusus.

“Kasus ini sedang kita dalami termasuk mencari TR. Modus penipuannya jelas dan aliran uangnya cukup besar. Penangkapan TR menjadi prioritas untuk mengungkap lebih dalam perkara yang meresahkan warga ini,” beber Sodiq. (jam)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.