ALCO: Kanwil DJPb Jatim, Taukhid, SE, MScIB, MBA, saat memberikan Laporan Asset-Liability Committee (ALCo) Regional Jatim, Selasa (29/3/2022). Duta/Rum

SURABAYA | duta.co –  Dari sisi global, tekanan dari ancaman sisi penawaran atau supply atas invasi Rusia ke Ukraina terhadap energi yaitu minyak mentah dan komoditas gandum berdampak di Jawa Timur.

Kanwil DJPb Jatim, Taukhid, SE, MScIB, MBA, saat Laporan Asset-Liability Committee (ALCo) Regional Jatim, Selasa (29/3/2022) mengungkapkan, Per 8 Maret 2022, harga minyak mentah Brent dan WTI mengalami lonjakan harga yang signifikan dan fluktuatif dengan harga tertinggi USD123,64/barel dan USD133,18/barel.

“Harga tersebut jauh di atas angka acuan APBN 2022 yang hanya USD63/barel,” ungkapnya.

Apabila kondisi peningkatan harga terus berlangsung, ungkap Taukhid, terdapat tekanan terhadap aktivitas perekonomian yang menyebabkan potensi inflasi.

Impor gandum Indonesia dari Ukraina memiliki tren meningkat dengan pertumbuhan tertinggi di antara komoditas non migas lainnya sebesar 76,87 persen pada Februari 2022.  Potensi inflasi juga hadir seiring dengan kenaikan harga gandum yang mencapai USD335 atau 46 persen akibat terhentinya aktivitas perekonomian di Ukraina.

“Inflasi tersebut menjadi ancaman bagi usaha-usaha seperti mie dan roti di Jawa Timur yang mengandalkan impor gandum dari Ukraina sebagai bahan baku,” ujarnya.

Kondisi konflik Rusia dan Ukraina beserta sanksi dari negara lain yang harus dipantau karena akan mempengaruhi kondisi inflasi khususnya komoditas gandum dan energi yaitu minyak di Indonesia dan Jawa Timur.

“Dan kondisi ini yang dapat mengganggu pemulihan perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19,” tandasnya. rum

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry