
SURABAYA | duta.co – Di usia 18 tahun, ketika kebanyakan remaja tengah sibuk mempersiapkan kelulusan dan merancang masa depan, Zahra Aqila Rahmah, gadis asal Bonteng, Menganti, Gresik ini, telah menapaki perjalanan spiritual yang luar biasa.
Tidak hanya menjadi jemaah termuda di Kloter 14 Embarkasi Surabaya, tetapi juga seorang calon mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Perjalanan haji Zahra bukan tanpa kisah haru. Ia menggantikan sang ayah yang wafat pada 2022 untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Kalau ingat keberangkatan ini karena menggantikan ayah saya yang telah tiada rasanya masih ingin menangis. Tapi di satu sisi, saya bisa menjadi tamu Allah di usia yang masih muda, itu adalah karunia yang Masya Allah luar biasa, tidak terbayang sebelumnya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Bersama bibinya, Mulazimah (45), Zahra berangkat ke Tanah Suci pada Selasa (6/5/2025) pukul 05.40 WIB. Ia telah mempersiapkan diri secara mental dan fisik, mengikuti bimbingan manasik haji, serta mendapatkan nasihat dari sang ibu yang telah berhaji pada 2022.
Keberangkatan Zahra juga menjadi momen yang membanggakan bagi teman-temannya. Banyak yang menitipkan doa agar diterima di universitas negeri melalui jalur UTBK dan meminta Zahra untuk mendoakan mereka di depan Ka’bah.
“Teman-teman terharu senang banyak yang chatting minta doa di depan Ka’bah. Mereka juga titip doa agar diterima jalur tes UTBK,” ungkap Zahra.
Tahun 2025 menjadi tahun yang istimewa bagi Zahra. Selain menunaikan ibadah haji, ia juga berhasil diterima di Unesa melalui jalur SNBP.
“Alhamdulillah rezeki Allah yang diberikan luar biasa. Saya diterima di Unesa jalur SNBP kemudian saya sekarang bisa berangkat ke Tanah Suci. Alhamdulillah semoga lancar dan diberikan kekuatan,” tegasnya.
Kisah Zahra adalah bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk meraih mimpi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Semoga perjalanan haji dan prestasi akademiknya menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berusaha dan berdoa dalam meraih cita-cita. (gal)




































