PENGHARGAAN : Wakil Kota Malang meraih dua penghargaan dalam ajang peringatan Hari Pangan se Dunia ke - 38 Tingkat Provinsi Jawa Timur di hall JX (duta.co/dok humas)

MALANG | duta.co -Bak gayung bersambut setelah Wali Kota Sutiaji raih penghargaan bidang keamanan pangan,  kembali prestasi bagus ditorehkan Wakil Kota Malang dalam ajang peringatan Hari Pangan se Dunia ke – 38 Tingkat Provinsi Jawa Timur di hall JX international Convention Exhibition Surabaya.

Tak tanggung tanggung dua penghargaan direngkuh kota Malang.  Pada festival (lomba)  jajanan sekolah,  SD islam Plus Al Kautsar mampu meraih juara I (Pertama).  Sementara untuk lomba cipta menu, kota Malang yang diwakili PKK kelurahan Tulusrejo (Juara I Kota Malang), mampu meraih juara ke – 2.

“Ini menunjukkan tingkat konsumsi warga kota Malang makin variatif dan makin sadar kualitas serta hieginitas menu, “ respon Wali Kota Sutiaji atas raihan prestasi tersebut.

Bahkan optimisme prestasi sudah diutarakan Sutiaji saat “sambang” ke stand jajanan sekolah yang disajikan SD Islam Plus Al Kautsar dan di stand lomba cipta menu yang diwakili PKK kelurahan Tulusrejo.

“Yang pasti variatif, kemasan yang menarik, mampu meng eksplore menu non beras dan kandungan gizinya juga terjaga. Sehingga tadi saya sampaikan ke Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (red. Sri Winarni), kota Malang pasti masuk nominasi dan meraih prestasi,” imbuh Pak Ji sambil tersenyum.

Bagi Sri Winarni, Kadisperta kota Malang,  prestasi ini merupakan buah kerja bersama sekaligus komitmen yang selalu dijaga dalam mewujudkan keanekaragaman pangan yang sehat.

“Selama ini kita tiada henti melakukan sosialisasi ke sekolah sekolah,  termasuk menggandeng aktif peran PKK dalam mewujudkan program ketahanan pangan di kota Malang, ” ujar Winarni.

Program pengembangan makanan olahan maupun produk pasca panen,  akan terus fokus digarap kota Malang. Ini memperhatikan, di Jawa Timur ada sekitar 7,5 juta UKM yang bergerak di usaha olahan makanan.

“Selain segmen pasar yang potensial,  itu juga mendasarkan atas keterbatasan lahan pertanian yang dimiliki kota Malang,  sehingga kita lebih berfokus pada olahan pangan dan pengembangan teknologi pasca panen, ” imbuh perempuan ramah yang sebelumnya menjabat Kabag Pemerintahan Kota Malang itu. (dah/Humas)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry