Nur Ahmad Justine Ivana menuang gabah untuk dikeringkan ke alat buatannya didampingi dosen pembimbing Lutfi Agung Swarga di Kampus Untag Surabaya, Senin (9/2/2026). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Nur Ahmad Justine Ivana , mahasiswa jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag Surabaya) membuat sebuah alat inovatif.

Alat itu diberinama Pengering Gabah. Produknya ini membuatnya berhasil lulus dengan nilai terbaik dan akan diwisuda pada Sabtu (14/2/2026).

Di bawah dosen pembimbing, Lutfi Agung Swarga, Justine membuat alat ini untuk membantu petani agar bisa mengeringkan gabah dengan mudah.

“Mereka tidak lagi mengeringkan dengan manual yang bergantung pada sinar matahari. Apalagi saat musim hujan yang bisa memakan waktu untuk mengeringkan gabah,” jelasnya saat jumpa media memperkenalkan inovasinya, Senin (9/2/2026).

Alat buatan Justine ini, memang masih dengan kapasitas kecil yakni 2 kilogram. “Hanya sebagai prototype. Tapi sudah bisa digunakan skala rumah tangga. Dan dalam waktu 10 menit , gabah sudah bisa dilepas dari tangkai dan langsung dikeringkan. Keringnya maksimal, bisa langsung digiling dijadikan beras,” tuturnya.

Dikatakan Justine, jika petani  membutuhkan yang kapasita besar, maka dia bisa membuatnya untuk skala iy. “Tergantung maunya yang mana, bisa dikondisikan,” jelasnya.

Selama sebulan Justine membuat produk ini. Memang diakui masih perlu pembenahan-pembenahan. Namun, dia yakin karyanya ini bisa membantu para petani. “Listrik juga tidak terlalu besar dayanya. Cukup irit. Irit biaya dan irit tenaga,” ungkapnya.

Dosen pembimbing, Lutfi Agung Swarga mengakui sengaja meminta Justine untuk membuat produk yang bermanfaat. “Idenya membantu petani. Bersyukur ini  nantinya akan bermanfaat,” ungkapnya. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry