Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

MADIUN | duta.co — Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan sesuai visi dan misi Madiun Bersahaja, terciptanya digitalisasi pelayanan publik, khususnya kependudukan. Pelayanan makin efektif, cepat dan terlayani hingga mendekatkan kepada masyarakat desa/kelurahan.

Demikian disampaikan dalam “Launching dan Sosialisasi Inovasi Sarapan Pecel (Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan Di Pedesaan, Pelayanan Efektif, Cepat dan Langsung Terlayani)”, di Pendopo Muda Graha, Senin (27/4/2026).

“Dasar pelayanan kependudukan bukan prioritas utama, tapi pelayanan prima untuk meminimalisir pelayanan sesuai data sesungguhnya. Pelayanan itu sepenuhnya gratis, tidak birokrasi rumit dan pungutan apa pun,” ujarnya.

Menurutnya inovasi itu juga permudah akses pelayanan kependudukan, jika sebelumnya sudah mudah. Kini pelayanan makin lebih mudah, hendaknya segera disosialisasikan para kepala desa/kelurahan kepada warganya.

Meski digitalisasi hendaknya tetap waspada, gunakan kemajuan teknologi tetap dengan kewaspadaan. “Perlu dilakukan klarifikasi, agar tidak menimbulkan permasalahan dilain waktu,” tandas Hari Wuryanto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DukCapil) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto menyatakan melalui inovasi pelayanan publik ini, khususnya kependudukan makin cepat dari sebelumnya.

Tujuan inovasi ini, tambahnya, seperti tertib administrasi, terciptanya data kependudukan valid dan alternatif pelayanan langsung. Pelayanan ini penunjang pelayanan sebelumnya, seperti kependudukan mobil tiap Sabtu-Minggu dan lain-lain.

Melalui inovasi ini, ada 24 pelayanan kependudukan bisa langsung dilayani di desa atau kelurahan. Sehingga tidak perlu ke kecamatan, Mall Pelayanan Publik atau Dis Penduk dan Capil.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk update status kependudukan seperti data pendidikan anak bisa berubah, status kematian dan lainnya. Itu memudahkan sejumlah urusan menyangkut data kependudukan,” ujarnya penuh harap.

Data Duk Capil setempat progres kecamatan terbanyak Identitas Kependudukan Digital (IKD) per 22 April 2026 lalu yaitu tertinggi Kecamatan Pilangkenceng, Kebonsari, Balerejo, Wungu, Dagangan.

Desa progres IKD terendah yaitu Desa Wayut, Desa Sirapan, Desa Pacinan, Desa Klitik, Desa Darmorejo. Sedangkan, desa progres IKD tertinggi yaitu Desa Mendak, Desa Sumberbening, Desa Babadan Lor, Desa Sumberejo dan Desa Pagotan. (ags)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry