Mendiang Prof Ranuh yang sangat piawai bermain biola. DUTA/dok

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) berduka.

Mantan Dekan Prof. dr. I Gusti Nyoman Gde Ranuh SpA(K) berpulang, Rabu (12/9) karena sakit di RS Darmo Surabaya.

Jenazah disemayamkan di Aula FK Unair sebelum dikebumikan di makam Keputih Surabaya.

Bagi FK Unair, meninggalnya Prof. Ranuh menyisakan duka yang sangat mendalam.

Karena, Prof Ranuh adalah pionir lahirnya pusat tumbuh kembang anak di FK Unair dan RSU Dr. Soetomo Surabaya.

“Kami sangat kehilangan. Beliau sangat berjasa bagi FK Unair khususnya di Ilmu Kedokteran Anak,” ujar Humas FK Unair, dr. Eighty Mardian Kurniawati SpOG.

Belum lama, FK Unair menggelar Tribute Lecture XVI untuk menghormati jasa Prof Ranuh di Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak FK Unair.

Pria 88 tahun tersebut menjadi salah satu orang yang membidani terbitnya Kurikulum Pendidikan Dokter Anak Indonesia. Kurikulum itu pertama disusun dan diresmikan pada 1976.

Kemudian disempurnakan pada 1978 dan 1990.

Sampai kini, kurikulum tersebut menjadi pedoman di dunia pendidikan dokter anak.

Keterlibatannya itu pula yang membuat pria kelahiran Jember, Jawa Timur, tersebut mendapat penghargaan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia pada 1978.

Penghargaan itu pun menjadi awal berbagai penghargaan lain yang akhirnya didapat Ranuh atas dedikasinya terhadap pendidikan dokter anak.

Termasuk dari anggota Board APSSEAR (Association of Pediatrics, S.E.Asian Region) di Tokyo, Jepang, 1988.

Sampai akhir hayatnya, ayah empat anak dan kakek 13 cucu itu masih aktif menjadi guru besar emeritus di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Di almamaternya tersebut, suami RA Rabiatul Abdijah itu juga menjadi salah satu perintis lembaga yang kini dikenal sebagai Institute of Tropical Disease Unair.

Tidak hanya mengajar, Prof Ranuh juga sangat piawai memainkan alat musik biola. Biola ini selalu dipegangnya ketika ada acara-acara resmi baik di almamater dan di manapun.

“Biola memberinya hiburan yang tak ternilai,” katanya suatu ketika. Selamat Jalan Prof Ranuh. Semoga amal ibadah diterima Alloh SWT. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.