SURABAYA | duta.co – Innalillahi wa-Innailaihi Rojiun. Hari Jumat (12/10/2019), ba’da solat subuh, media sosial ramai dengan kabar duka. KH Muhammad Imam Syairozi, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, Ds Moropelang, Babat, Lamongan, wafat.

“Ya Allah! Semalam kita masih mendengarkan (rekaman) taushiyahnya, sampai tertidur. Rasanya, terlalu cepat Engkau memanggilnya. Beliau penasehat sejati yang tak pernah menasehati. Taushiyahnya menyasar semua umur,” demikian salah seorang jamaah Masjid Al-Ikhlas, Krian, Sidoarjo, Jumat (12/10/2018) usai mendengar kabar dari dalem.

Ya! Rasanya terlalu singkat kita menikmati taushiyahnya. Betapa tidak, Kiai Syairozi harus kembali ke Pangkuan Allah swt. dalam usia 53 tahun. Dai yang tak pernah merasa lelah ini, adalah pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin, yang berada di kawasan Dusun Sawahrejo, Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Pondok Pesantren ini didirikan Almaghfurlah KH Muhammad Sufyan, yang notabene ayah Kiai Syairozi. Pesantren ini awalnya berorientasi pada pendidikan salaf (classic) saja, namun seiring berjalannya waktu, demi menjawab tantangan zaman, pesantren ini pun mendirikan pendidikan formal MTs. Raudlatul Muta’allimin dan MA Aliyah Raudlatul Muta’allimin yang berada dibawah naungan Lembaga Pendidikan dan Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin.

Hampir seluruh nasehatnya menggetarkan hati. Betapa indah nasehatnya. Ketika Kiai Syairozi menjelaskan hakekat manusia yang bakal kecelik dalam kehidupan ini, kita seakan dibuat ‘bangun’ untuk menyadari. Menurut beliau, ada tiga orang yang bakal kecelik alias kecewa dalam hidup ini.

Semoga Kita Segara Dapat Pengganti Beliau

Pertama, orang yang ingin mulia dengan ngetok-ngetokno keapikane (menunjukkan kebaikannya red.) … ini bakal kecelik. Mengapa? “Sebab keapikan iku lek diketokno ora nggarai apik. Justru nggarai élék (karena kebaikan itu kalau ditunjukkan justru menjadi jelek red.),” tuturnya sambil menjelaskan bahwa kebaikan yang tertutup, akan semakin kelihatan baik.

Kedua, orang yang ingin kaya dengan enggan bersedekah. Bayangane duwek akeh iku lek disimpen … iku kecelik (Dikira duit banyak itu yang tersimpan, orang seperti itu bakal kecelik red.). Karena sesungguhnya uang yang banyak itu, adalah uang yang disedekahkan. Setiap malam malaikat turun mendoakan orang-orang yang sedekah, “Ya Allah, gantilah yang lebih banyak kepada orang-orang yang sedekah”.

Ketiga, orang mengira bahwa jagoan adalah yang bisa mengalahkan semua musuh , itu kecelik.Sebab musuh sing dikalahno, duwe bolo, duwe konco, duwe keluarga.  “Masio kalah, koncone, bolone, keluargane pasti balas dendam. Musuhe tambah akeh (Meski kalah teman-temannya, keluarganya akan balas dendam, dengan begitu musuh semakin banyak red.),” tuturnya.

Menang sejati, kata Kiai Syairozi, adalah dengan memaafkan. al ‘afwu lâ tazîdu illâ ‘izzan, memaafkan akan menambah kemenangan. “Musuh disepuro dadi bolo (lawan dimaafkan jadi saudara red.), dulur ora disepuro dadi musuh (saudara yang tidak dimaafkan akan menjadi lawan red.),” tegasnya.

Menurut sumber duta.co almaghfurlah Kiai Syairozi disarekan di makam kompleks Pondok Pesantren beriringan dengan makam Almaghfurlah KH Muhammad Sufyan, dan juga mantan Ketua PW Gerakan Pemuda ANSOR Jawa Timur, HM Farhan SAA.

Semoga Allah swt senantiasa menerima amal baiknya, mengampuni segala kekhilafannya. Keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan, dan umat Islam segera diberikan gantinya, panasehat sejati yang, (tutur katanya) tak pernah menasehati. Amin. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.