Foto atas (FT/jatimnow) mobil Toyota Kijang Innova rombongan Kemenag dan romobngan jemaah Shiddiqiyah (FT/detik.com)

SURABAYA | duta.co –  ‘Titik Jenuh’ KM 663.400 Tol Ngajuk-Kertosono kembali makan korban. Kali ini, dialami mobil Kijang Innova L 1128 JP, rombongan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur yang dikemudikan M Imron (52), warga Graha Permata Sidorejo Indah, Krian, Sidoarjo.

Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan. Awalnya, truk bermuatan rempah kunyit bernopol AD 1548 LR mengalami pecah ban, kemudian ditabrak Kijang Innova Kemenag, disusul Toyota Yaris dengan nopol W 1508 RN harus terguling-guling untuk menghindarinya.

Akibatnya, M Imron (Karyawan Kemenag Jatim) meninggal dunia (MD) di lokasi kejadian, tidak lama menyusul Kasi Kesetaraan Kemenag Jatim, Dr HM Naim, MPdI. Sementara 2 orang, masing-masing Dr Rahmat Arafah Bahtiar, MPdI, Kasi TPQ dan Zuhair Effendi Kasis Sistem Informasi masih harus menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Dr Ramelan (RSAL) Surabaya.

Menurut sumber duta.co, kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.10 Wib, Rabu (22/5/2019). Saat itu, rombongan Kemenag menuju Surabaya usai mengikuti acara nuzulul quran di Madiun. Rombongan meninggalkan Surabaya sejak pagi hari.

“Pak Imron langsung dimakamkan di Graha Permata Sidorejo, Krian, sedangkan Pak Doktor Naim, dimakamkan di Lamongan,” jelas sumber tersebut.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jatim, AKBP Bambang S Wibowo kepada jatimnow.com mengatakan, kecelakaan bermula saat truk yang disopiri Catur Setyo Budi (46), warga Bulurejo 02/04 Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah melaju dari arah Madiun menuju Surabaya. Tepat di KM 663.400, truk mengalami pecah ban bagian belakang kiri.

Sopir kemudian hilang kendali dan mengakibatkan truk terguling dan melintang dilajur jalan tol.

Dari arah yang sama melaju Innova dan tidak dapat menghindar sehingga menabrak truk. Dari belakang, muncul mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Ragil Tri Ferianto (43) warga asal Kebraon Mitra Satwa 2/84, Karangpilang, Surabaya.

Ragil berusaha menghindar ke kiri, tapi hilang kendali dan menabrak pembatas kemudian terguling. “Analisanya, kecelakaan diduga terjadi karena truk mengalami pecah ban. Truk ini diduga memakai ban vulkanisir,” beber Bambang Kamis (23/5/2019).

Menurut alumnus AKPOL tahun 1999 ini, selain mengakibatkan korban jiwa dan luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan truk pada bak kiri, Kijang Innova mengalami rusak parah bagian depan dan Yaris mengalami kerusakan bodi atas dan depan.

Rombongan Jemaah Shiddiqiyyah

Sehari sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi di KM 665 Tol Nganjuk-Kertosono. Rombongan jemaah Shiddiqiyyah, sebanyak 12 orang asal Magetan yang akan ke Ploso Jombang juga mengalami pecah ban.

Akibatnya, 4 penumpang dari warga kampung di Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Magetan, mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Nganjuk. Kecelakaan juga terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Izusu Elf berjalan di lajur lambat dari barat ke timur atau dari arah Madiun ke Surabaya. Dengan kecepatan sekitar 80 KM/jam, kendaraan mengalami pecah ban bagian kiri belakang.

Dari hasil olah TKP mobil mengalami pecah ban dan pengemudi tidak bisa menguasai laju hingga terguling. Dari data yang dihimpun detikcom, mobil tersebut mengantar rombongan Jemaah Shiddiqiyyah yang akan mengikuti pengajian di salah satu ponpes di Ploso, Jombang. Sang pengemudi bernama Putut Kristiana (33).

Area ‘Titik Jenuh’
Ruas Tol Nganjuk ini diprediksi menjadi titik jenuh. Ini juga harus dipahami para pemudik lebaran. Titik tersebut rawan terjadi kecelekaan. Pihak Pemkab dan Polres Nganjuk mengusulkan adanya rest area agar menjadi tempat istirahat.

“Nganjuk memang selama ini belum ada rest area dan kita sudah meminta pihak Jasa Marga untuk membuatkan rest area saat mudik lebaran,” ujar Wakil Bupati Nganjuk Marhean Djunaedi saat dihubungi detikcom, Senin (20/5/2019).

Wabup Marhean berharap rest area tidak hanya darurat saat mudik lebaran. Namun juga bisa permanen untuk selamanya.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta. Dia berharap pihak pengembang secepatnya memberikan rest area di Tol Nganjuk agar tidak terjadi kecelekaan.

“Di sini (Tol Nganjuk) kita minta agar Jasa marga juga menambah tempat istirahat dan menghitung titik lelah dari pengguna jalan tol itu. Seperti dari Jakarta masuk ke sini ke arah Surabaya dia sudah mulai ke dan di Nganjuk jalannya enak sekali lurus hingga membuat terlena,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta. (fzi,jtmn,dtc)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry