SURABAYA | duta.co – Inna lillahi wa inna ilaihirajiun! Umat Islam Indonesia berduka, salah seorang ulama produktif, Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam usia relatif muda, 45 tahun, di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada pukul 08.30 WIB.

Kabar duka ini terus beredar di jagat medsos. “Syaikh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do’anya,” begitu tulis Ustad Yusuf Mansyur, Kamis (14/1/2021) dikutip okezone.com.

Sebelumnya, salah satu kerabat Syekh Ali Jaber, Abu Raras menjelaskan kondisi kesehatan terkini juri Hafiz Quran RCTI itu semakin membaik usai terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kabar Syekh Ali Jaber Alhamdulillah keadaannyaa stabil baik, saat ini masih ditidurkan dulu, untuk istirahat dan memastikan organ vitalnya sempurna fungsi dan kinerjanya,” jelas Abu Raras saat dihubungi MNC Portal, Rabu (13/1/12021).

Ia menuturkan, organ dalam Syekh Ali Jaber terus menguat. “Alhamdulillah, Syekh enggak ada demam, kondisi jantung bagus, organ yang lain baik, oksigen juga normal,” tambahnya.

Abu Raras tetap meminta kepada umat Islam dan para jamaah Syekh Ali Jaber untuk terus mendoakan kebaikan dan kesembuhan.

“Kita semangat mendoakan, bantu terus ya didoakan, kalau bisa dorong juga ya dengan washilah amal sholeh Sedekah Subuh, Sholawat, dan Bacaan Quran, itu kegemaran Syekh Ali Jaber yang sering diajarkan kepada kita,” imbaunya. Tetapi, soal usia, adalah hak penuh Allah swt.

Produktif dan Tak Memberatkan

Syekh Ali Jaber, lelaki kelahiran Madinah Arab Saudi ini berkeliling Indonesia demi syiar Islam. Dia begitu ikhlas. Tidak pernah memberatkan pengundang, dan tidak pernah pasang tarif. Penyampaian dakwahnya jelas dan menyejukkan. Apalagi ia seorang penghapal Alquran. Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, Syekh Ali Jaber menjadi warga Negara Indonesia. Namanya pun masuk jajaran penceramah agama papan atas Indonesia.

Pemilik nama lengakap Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah Februari 1976. Ia anak pertama dari 12 bersaudara dan menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTB, dan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

Sejak kecil Syekh Ali Jaber dapat bimbingan agama oleh ayahnya. Ayahnya adalah penceramah agama yang mengharapakan anaknya menjadi seperti dirinya. Syekh Ali Jaber sejak kecil belajar Alquran. Ia merasa punya beban dan tanggung jawab atas keinginan ayahnya. Apalagi dia anak pertama yang diharapkan meneruskan perjuangan ayahnya.

Oleh karena itu, dalam perjalanan hidupnya, Syekh Ali Jaber menyadari akan kebutuhan sendiri untuk menghapal Alquran. Tak heran pada usia anak-anak, 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah menghapal 30 juz Alquran. Bahkan sejak usia 13 tahun, ia  diamanahkan menjadi imam masjid di salah  satu masjid di Kota Madinah.

Ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Ia meninggalkan seorang istri (Umi Nadia) dan seorang anak (Hasan). Selamat jalan Syekh, Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Dan semoga yang yang ditinggal diberi kesabaran dan ketahaban. Amin. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry