MAKASSAR | duta.co – Banjir diserta tanah longsor dan angin kencang melanda sejumlah daerah di Sulawesi Selatan sejak Salasa lalu. Bencana yang bertubi-tubi di Indonesia jelas menunjukkan Tuhan sedang menegur bangsa Indonesia, khususnya para elite politiknya.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menuturkan, di beberapa tempat banjir mulai surut. Debit aliran dari Waduk Bili-Bili juga makin berkurang. Hingga H+2 atau hari Kamis ini sekira pukul 14.00 WIB, dari data Pusdalops BPBD Sulsel tercatat 78 desa terdampak bencana.
Puluhan desa itu berada di 52 kecamatan yang tersebar di 10 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap dan Bantaeng.
“Sebanyak 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 5.825 orang terdampak, 3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 25 rusak berat, 2 rusak sedang, 12 rusak ringan, 5 tertimbun),” ujar Sutopo dalam siaran persnya, Kamis (24/1/2019).
Jumlah korban ini bertambah sebab data terbaru  Kamis 24 Januari 2019 pukul:16 WITA korban meninggal akibat banjir dan tanah lonsor di Gowa Sulsel saja berubah menjadi 29 orang. Ini belum ditambah korban dari daerah lain.
Kabag Humas Pemkab Gowa Abdullah Sirajuddin mengatakan update terbaru korban banjir dan tanah longsor korban meninggal mencapai 29 orang.
“Korban jiwa yang telah dievakuasi hingga saat ini 29 orang,” kata Abdullah  Kamis (25/1/2019).
Adapun hari pertama jumlah korban tewas 6 orang yakni Akram Al Yusran (3) warga Kelurahan Pangkabinanga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang, Sarifuddin, Daeng Baji warga Kecamatan Bungaya, Sri Hastuti, warga Kecamatan Malino, dan Lebang, warga Kecamatan Bungaya.
Selanjutnya hari kedua 6 orang tewas akibat longsor yakni, Nur Janna Djalil (70) warga Kompleks BTN Zigma, Yuni (11) warga Kecamatan Manuju, Nurkifayah (21) warga Kecamatan Manuju, Daeng Sada (65) warga Kecamatan Manuju, Lina (29) warga Kecamatan Manuju dan Ulfa (2) warga Kecamatan Manuju.
Selanjutnya hari ketiga ada 17 orang tewas. Masing-masing warga kecamatan Bungaya yaitu Hamzah Bin Nuru, Erlangga, Mutung Daeng Kasma, M.Iksan, Karimuddin, Bonto Bin Baso, Daeng Tola, Daeng Bola, Hamsir, Aldi, Daeng Jarung, H.Naha, Saeni dan Tino Bin Leo
Selanjutnya Warga Kecamatan Manuju yakni Rahmatia (41) Asni (35) dan Ana (11). (okz/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.