Keterangan foto tvonenews.com

JAKARTA | duta.co — Dosen dan Advokat, Alumnus School of Law University of Warwick, Inggris, TM Luthfi Yazid menilai, Prof Enny Nurbaningsih memiliki peran penting dalam putusan MK soal sengketa Pilpres 2024. Apalagi, Enny kini  jadi satu-satunya hakim MK perempuan.

“Mengapa Prof Enny? Sebab, beliau adalah satu-satunya hakim MK perempuan saat ini yang mempunyai peran sangat penting, khususnya pada 22 April 2024 ini berkenaan akan diputuskannya sengketa pilpres,” kata Luthfi, Sabtu (20/04/2024).

Ia menilai, delapan hakim MK akan membuat keputusan penting yang akan dicatat sejarah. Ini merupakan momentum emas bagi Mahkamah Konstitusi untuk bisa mengembalikan marwah setelah selama ini banyak dililit berbagai persoalan hukum.

“Sejak hakim MK Akil Mochtar, Patrialis Akbar yang keduanya masuk bui, lalu paling belakangan Ketua MK Anwar Usman yang diberhentikan Mahkamah Kehormatan MK karena dianggap melakukan pelanggaran etika berat terkait persyaratan cawapres,” ujar Luthfi.

Walau satu alumnus di Fakultas Hukum UGM, Luthfi mengaku belum pernah diajar secara langsung oleh Prof Enny. Meski begitu, Luthfi mengaku tetap memiliki rasa kagum atas sosok Enny yang karirnya meroket selepas dari Fakultas Hukum UGM.

Luthfi melihat, Pilpres 2024 memang seru dan hiruk pikuk. Sebab, satu cawapres yang merupakan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang semula tidak memenuhi syarat karena belum cukup umur pada akhirnya bisa maju jadi cawapres.

Ia menilai, semua itu berkat campur tangan pamannya yang mantan ketua MK, Anwar Usman. Dengan kasak kusuknya, Anwar memberi jalan kepada keponakannya itu melalui kotak katik Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang dinilai kontroversial.

Bahkan, Luthfi mengingatkan, Prof Yusril Ihza Mahendra menilai Putusan MK tersebut mengandung cacat hukum serius, bahkan mengandung penyelundupan hukum. Yusril merasa, Putusan MK Nomor 90 itu problematik dan berdampak jangka panjang.

“Kalau saya Gibran, saya tidak akan maju dalam pencawapresan,” kata Luthfi, mengutip Prof Yusril.

Sejatinya, lanjut Luthfi, Putusan MK Nomor 90 bukan self-executing, sehingga harus ditindaklanjuti KPU dengan merubah Peraturan KPU Nomor 19/2023 yang lama. Tapi, itu tidak dilakukan KPU, dan semua itu dilengkapi Bawaslu yang cuma bersikap pasif.

Menurut Luthfi, politisi bansos tidak kalah seru. Bahkan, orang-orang Istana seperti Presiden Jokowi turun langsung memastikan kemenangan putranya. Netralitas Polri, TNI dan birokrasi turut jadi persoalan penting yang diperdebatkan dalam sidang MK.

Sebagai satu-satunya perempuan dalam majelis hakim MK, Luthfi berharap, Prof Enny jadi Dewi Themis atau Dewi Keadilan dalam mitologi Yunani. Themis akan menutup mata dan menebas dengan pedangnya kepada siapapun yang menghalangi keadilan.

Dewi Themis akan menegakkan keadilan meskipun langit runtuh atau fiat justitia ruat caelum. Bagi Luthfi, wajar sebagai satu-satunya hakim Mahkamah Konstitusi (MK) perempuan, Prof Enny sangat diharapkan menjadi pejuang emansipasi keadilan.

“Sebagaimana Raden Ajeng Kartini dan Dewi Themis yang mampu menyingkap tabir yang menyelubungi nilai-nilai kebenaran. Kata Kartini, habis gelap terbitlah terang,” ujar Luthfi. (*)

Express Your Reaction
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry