SATGAS : Pelatihan pemakaian APD sesuai protokol kesehatan di Mapolsek Ngadiluwih (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Selain apresiasi diberikan gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya atas keberadaan Kampung Tangguh saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu. Kini keberadaan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid – 19 Pemerintah Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih, bisa dijadikan percontohan bagi desa lainnya atas kemandiriannya di masa pandemi. Beranggotakan para relawan terdiri, warga masyarakat, perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Menyikapi banyaknya warga terkonfirmasi positif Virus Corona sementara rumah sakit telah kewalahan melayani pasien, menjadikan semangat tersendiri bagi tim Satgas Desa untuk selalu siap siaga. Dijelaskan Alan Sholahudin, selaku wakil ketua satgas desa, saat  dikonfirmasi kemarin. Bahwa keberadaan satgas ini atas kepedulian warga agar tidak tergantung dengan pemerintah.

“Munculnya satgas ini atas dasar kepedulian para relawan karena dipandang perlu atas lambatnya pelayanan Satgas Pemerintah Kabupaten Kediri setiap ada pasien terpapar Covid-19. Kemudian peran satgas tingkat kabupaten maupun kecamatan sangat tidak bisa diharapkan. Itu yang melatarbelakangi satgas ini muncul di Desa Dukuh,” terangnya.

Sebagai bentuk menambah ilmu dan mengasah pengalaman, sejumlah pelatihan pun dilakukan seperti menggandeng Polsek Ngaduliwih terkait pelatihan pemulasaran jenasah sesuai standar protokol kesehatan. Satgas ini diketuai Drs. Manon K yang sehari – harinya menjabat Kasi Pelayanan di Pemerintah Desa Dukuh. “Kamis lalu kami bekerjasama dengan Polsek Ngadiluwih menggelar pelatihan pemulasaran jenasah bertempat di aula Mapolsek. Diikuti 15 anggota tergabung dalam satgas desa,” jelas Alan Sholahudin.

Bang Alan : Hidup Gotong Royong

SATGAS : Pelatihan pemulasaran jenasah oleh tim Satgas Desa Mukuh (istimewa/duta.co)

Dalam pelatihan tersebut juga disampaikan materi terkait protokol kesehatan tentang isolasi mandiri (Isoman) agar dijadikan acuan bagi satgas saat bekerja. Sebenarnya keberadaan satgas ini terbentuk seiringnya didirikan Kampung Tangguh Desa Dukuh. “Kami terus berikan materi kepada anggota, termasuk memberikan pendidikan, melayani dan mengawasi warga sedang menjalankan isoman di rumahnya,” ucap Bang Alan, sapaan akrabnya.

Dari 16 desa berada di Kecamatan Ngadiluwih, satu – satunya satgas terlihat aktif memberikan edukasi dan pengawasan terkait memutus mata rantai penyebaran, terlihat menonjol hanyalah di Desa Dukuh. “Kami jalankan protokol kesehatan secara ketat, untuk memutus mata rantai penyebaran virus serta mengajak masyarakat untuk hidup gotong royong. Jadi bila ada yang menjalankan isoman, warga lainnya kami ajak untuk menyisihkan rejeki berbagi kepada terkonfirmasi,” terangnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry