Inilah Pesan Reni PKS Kepada Orang Tua Atas Maraknya Pencabulan

132

KEDIRI|duta.co – Maraknya sejumlah kasus menimpa perempuan di bawah umur, mendapatkan perhatian khusus dari anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Ramawati. Menyikapi atas maraknya tindak pencabulan pada siswa didik, menunjukkan semakin bobroknya moral anak bangsa. “Ya kami sangat ironis, guru yang harusnya menjadi panutan justru menjadi pelaku tindakan asusila tersebut. Bahwa sistem seleki kepada guru harus lebih diperhatikan,” ungkapnya, Rabu (12/02).

Saat digelar acara ngopi bareng bersama Jurnalis Kediri dalam rangka peringatan Hari Pers, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menyampaikan bahwa di Kediri ini banyak kasus – kasus unik ternyata seiring dirinya baru menjabat pada tahun ini. “Ada kyai yang melakukan pencabulan pada santri, kemudian oknum pembina pramuka kepada anak asuhnya,” ungkap AKBP Lukman.

Untuk itu, Kapolres berharap atas dukungan media mampu menjadi alat kontrol dan menjadi sarana antisipasi agar generasi muda tidak menjadi korban atas tindak pidana. “Bagi pembaca mungkin ini berita yang menarik apalagi terkait pencabulan dan pelakunya seorang tokoh. Namun ada sisi lain menjadikan kami prihatin karena korbannya generasi muda,” terang mantan Kapolsek Tanah Abang Polres Metro Jakarta Pusat.

Bagi kalangan wakil rakyat, ini merupakan tanggung jawab pemerintah selain melakukan seleksi, juga memberikan penilaian dari sisi akademik dan kemampuan mengajar. “Penilaian dari sisi akhlak pun harus diperhatikan, jangan sampai kita memiliki guru – guru yang berakhlak buruk. Kemudian juga adanya pembinaan kepribadian dan keagamaan. Meski saat ini yang terjadi pelakunya adalah orang – orang  yg mempunyai pemahaman agama yang baik tapi di sini pelaku tersebut adalah oknum,” jelas Reni, anggota Komisi IV memang dikenal peduli terkait kasus perempuan dan anak.

Ditambahkan Reni Ramawati, jika seseorang yang paham tentang agama memang diyakini mampu menjauhkan diri dari hal – hal negatif. “Namun ada sisi lain perlu diberikan pemahaman kepada siswa, yaitu pendidikan seks sejak dini dan ini harus melibatkan pihak keluarga. Karena, era saat ini tidak seperti jaman dulu, dimana anak – anak bawah umur masih terlihat lugu. Jaman sekarang anak – anak duduk di bangku SD saja sudah mengetahui tentang aurat lawan jenisnya,” jelasnya.

Wawasan dan memberikan motivasi kepada anak – anak perempuan inilah , harus segera dilakukan pihak – pihak terkait termasuk orang tua dan keluarga. “Bagaimana memberikan motivasi kepada anak – anak kita untuk menjaga kehormatan perempuan. Berani melawan bila ada orang yang berniat jahat, kemudian mengawasi kegiatan anak – anak di luar jam kegiatan belajar mengajar meskipun kegiatan tersebut berada di dalam kawasan sekolah,” tutur Reni Ramawati. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry