KORBAN : Hasyim Ashari, korban pengeroyokan (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Kisah pilu dialami Hasyim Ashari, warg a RT. 01 RW. 02 Dusun Legosari Desa Ploso Kidul Kecamatan Plosoklaten saat ditemui Minggu (28/06) didampingi istrinya. Masih dalam keadaan belum sehat, dia mengakui usai menjalani operasi pada mulutnya yang robek yang harus menjalani 45 jahitan. Belum lagi, jaringan saraf pada bagian kepalanya divonis rusak dan salah satu efeknya menjadi kesulitan untuk bicara.

Hasyim merupakan wiraswasta dan anggota Komunitas Trail Kediri (KTK) ini pun bercerita tentang kasus pengeroyokan yang dialaminya di salah satu lokasi perkebunan di Wilayah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Kejadian berlangsung awal April lalu, hingga kini belum ada titik terang. Dia pun mengaku terakhir pada 5 Juni lalu, telah mendapatkan surat pemberitahuan penyidikan perkaranya dari Satreskrim Polres Kediri. Bila kasus yang menimpanya, kini berkas pemeriksaan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri.

“Waktu itu saya mencoba motor trail baru usai saya rakit berbody Honda Win sekitar pukul 10 siang. Saat berada di jalur, kemudian bertemu sesama rider dua orang. Sempat jalur bareng melintasi depan gereja di Desa Sugih Waras Kecamatan Ngancar hingga tembus jalur lahar. Setelah tiba di sirkuit medan motor cross, terus berhenti dan pamitan pisah. Saat perjalanan pulang inilah saya berpapasan dengan empat orang tidak dikenal,” terangnya.

Dia pun mengaku sudah menaruh curiga karena sudah ada indikasi mereka akan mencegatnya. Kemudian saat melanjutkan perjalanan ke arah timur, apa yang dikuatirkan terjadi. “di sekitar kantor perkebunan kemudian dihadang sekitar 8 orang. Kamu masuk sini apa bawa surat ijin? Saya ditanya begitu kemudian berusaha minta maaf dan berniat putar balik. Namun kemudian didorong – dorong dan akhirnya dikejar. Saat kembali ini, ternyata telah dihadang 4 orang tadi. Kemudian usai melewati jalur lahar, dihadang 3 orang,” jelasnya.

Tiga Kali Mengalami Pengeroyokan

KORBAN : Hasyim Ashari usai menjalani pengobatan (istimewa/duta.co)

Sesaat berhenti Hasyim langsung dihajar, helmnya ditarik dan diselingi dihujani pukulan serta tendangan kaki. Meski telah meminta ampun, namun aksi ini terus berlanjut. Kemudian ada satu orang datang dan mengamankannya di pos loket masuk tempat wisata. “Kemudian ada satpam yang amankan saya dan saya ditanya, jika tidak bisa pulang bila tidak dijemput kepala desa dan keluarga saya. Namun kembali saya dipukul oleh orang – orang tadi. Saya akhirnya lari ke perkampung dan mendapat perlindungan dari salah satu warga yang akhirnya saya ketahui sebagai Ketua RT,” ungkapnya.

Orang yang dianggap sebagai Ketua RT ini kemudian kembali membawanya ke Pos Tiket untuk mengklarifikasikan kejadian ini. “Namun saya kembali dihajar di Pos Satpam. Kemudian ada anggota Polsek Ngancar datang dan saya masih ingat salah satu pelaku mengucapkan ingat wajahku jika mau cari aku. Orang tersebut kini bersama empat orang lainnya telah diamankan di Polres Kediri,” terangnya.

Setelah sempat dibawa ke Puskemas Wates kemudian ditolak karena luka parah, pun juga ke RS Surya Melati dan akhirnya dilarikan ke RS. Polda Bhayangkara. “Saat di RS Bhayangkara sekali saya divisum, namun oleh petugas medisnya, diminta untuk rawat jalan. Padahal saya mengalami luka yang cukup parah saat itu. Jika tidak parah kenapa mendapat jahitan hingga 45 jahitan lalu ini ada bukti jika saraf saya rusak,” tegasnya.

Atas kejadian ini, dia berharap para penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini apalagi Hasyim mengaku mendapat sejumlah tekanan termasuk ada keterangan yang menjelaskan bahwa sebenarnya dia bukan korban pengeroyokan. “Malah dikatakan saya jatuh dari motor kemudian ditolong warga. Ada perwakilan perkebunan yang menyampaikan hal ini ke rumah dan sebelumnya disampaikan ke Kades Plosokidul,” urainya.

“Kenapa sangat lama penangganan kasus ini, kami ingin tahu sejauh mana kasus ini. Makanya kami sampaikan kepada media, agar bersama – sama mengawal kasus pengeroyokan yang saya alami. Saya minta keadilan ditegakkan dan hukum harus berjalan sesuai KUHP yang berlaku,” ucapnya, sekaligus mengakhir wawancaranya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry