Mohammad Sahril, local heru dari Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan saat menunjukkan terumbu karang yang dibuat masyarakat setempat atas inisiasi PHE WMO. DUTA/ist

BANGKALAN | duta.co – Program corporate social responsibility (CSR) PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) di ring satu kini dikembangkan.

Program Taman Pendidikan Mangrove (TPM) di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan selesai pada 2019 setelah lima tahun dikembangkan, kini berganti ke program lain yakni pengembangan terumbu karang di lokasi yang sama.

Pengembangan TPM ini merupakan program unggulan PHE WMO adalah Si Kaya Berbagi (program konservasi, pendidikan, budaya berbasis teknologi). Di 2021, program ini juga telah mendapat penghargaan program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pelaksanaan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Di TMP itu ada lahan seluas 45 hektar sejak 2014 dengan 76 ribu pohon mulai mangrove, cemara dan berbagai jenis lainnya yang ditanam.

Manager Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) Field, Sapto Agus Sudarmanto mengatakan TMP sudah berkembang dengan baik. Tempat itu sudah menjadi jujukan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk belajar tentang pengembangan hutan magrove serta pengolahan buah-buahnya.

“Kami sudah serahkan ke masyarakat dan mereka mengelola dengan baik. Kami tetap lakukan pemantauan,” ujar Sapto saat ditemui di TMP Labuhan, Senin (13/12/2021).

Karena program ini harus berkelanjutan, PHE WMO kata Sapto mengembangkannya ke lokasi lain di desa yang sama. Karena kata Sapto dari studi amdal bersama Universitas Trunojoýo pada 2013 lalu diketahui selain kerusakan hutan mangrove juga kerusakan terumbu karang. “Karena waktu kami menemukan lokasi ini terjadi kerusakan hutan mangrove dan terumbu karang. Hutan mangrove sudah kami perbaiki dan lokasi lain kami perbaiki terumbu karang,” tandas Sapto.

Perusahaan berkomitmen untuk menyeimbangkan tiga komponen yakni magrove, algae dan terumbu karang. “Mangrove sudah, algae ternyata sudah ada. Tinggal terumbu karangnya,” tukas Sapto.

Di lokasi baru itu PHE WMO bekerjasama dengan ITS untuk membuat konservasi terumbu karang. Keduanya berinovasi dengan memanfaatkan limbah non B3 PHE WMO untuk dijadikan kubah beton berongga. “Itu dinilai bisa mempercepat pertumbuhan terumbu karang,” tukasnya.

Diakui Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Mohammad Sahril mengatakan ada empat jenis terumbu karang yang dikembangkan. Caranya dengan menanam 80 kubah untuk 480 terumbu yang ditanam di bawah laut sedalam empat hinga lima meter.

Sebelum program konservasi ini dilakukan hanya ada delapan jenis spesies ikan.Tapi setelah dikembangkan sejak 2017 sudah ada 32 spesies. “Sekarang nelayan-nelayan senang. Mereka bisa mendapatkan ikan tidak hanya dengan jaring tapi bisa dengan memancing. Pendapatan mereka bisa tiga kali lipat naiknya,” kata Sahril.

Sekarang dua kawasan yang diinisiasi PHE WMO itu tidak hanya menjadi kawasan ecowisata.Tapi juga berhasil mengangkat ekonomi warga sekitar.

Dampak dari keberadaan dua lokasi ecowisata itu sudah bisa memberdayakan dan mengangkat derajad warga sekitar. “Bahkan ibu-ibu yang selama ini hanya menunggu suami pulang kerja sekarang sudah bisa mencari uang sendiri,” tukas Sahril.

Bahkan kunjungan di dua lokasi itu kini semakin ramai. Sejak kondisi Covid-19 mulai membaik, pengunjung mulai berdatangan untuk rekreasi dan belajar. “Sejak September 2021 mulai ramai. Setiap minggu selalu ada rombongan untuk belajar ke sini baik pelajar, mahasiswa dan instansi,” jelas Sahril.

Para rombongan itu biasanya datang di akhir pekan. Mereka biasanya belajar tentang konservasi terumbu karang, mangrove serta mengolah hasil buah mangrove untuk berbagai jenis makanan.

Sahril yang pada 2016 dinobatkan sebagai local hero katagori hijau di kalangan PT Pertamina dan local hero 2021 katagori SDG’s itu mengaku semua berubah dengan adanya sentuhan PhE WMO di kampungnya itu. “Kita harus menjaga semua ini agar kelak anak cucu kita bisa menikmatinya,” tuturnya. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry