PAGELARAN : Suasana workshop seniman digelar Disdubparpora Kota Kediri (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Pagelaran Kesenian dan Workshop Seniman digelar Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Olahraga dan Kepemudaan (Disbudparpora) diselenggarakan pada Sabtu (16/11) malam, di halaman kantor Jl. KDP. Slamet 33 Kota Kediri. Diikuti sejumlah komunitas seni baik musik dan teater, lebih dari cukup menunjukkan betapa seniman lokal memiliki talenta yang luar biasa.

Lantunan lagu Indonesia Pusaka kemudian dilanjutkan penampilan kelompok teater Merah Putih diiringi petikan gitar akustik, cukup memberikan warna lain saat menikmati Malam Minggu khususnya bagi anak muda. Para penonton pun seakan terbius dan menikmati pertunjukan dimulai pukul 19.00wib dan berakhir pukul 22.00wib.

Dijelaskan Kepala Disbudparpora Nur Muhyar melalui Kabid Kebudayaan, Sunawan, bahwa acara ini untuk mengukur perform daripada komunitas teater di Kota Kediri. “Kami ingin memberikan wadah dan ke depan sebagai persiapan bila ada event baik tingkat propinsi maupun nasional,” terangnya.

Semua ini dilakukan, lanjut Sunawan, keberadaan teater mampu bebricara disejumlah event apapun. Ditemui usai pagelaran, Mudjiono Emje, Ketua Teater Merah Putih memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan ini, merupakan bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Bahwa komunitas teater dan sastra harus selalu diasah kemampuannya.

“Sesuai permintaan Dinas Pariwisata, agar kita dari komunitas teater dan sastra menggelar acara di sini, menjadi bagian dari workshop seniman Kota Kediri. Menginggat ini Hari Pahlawan, maka tema diangkat terkait perjuangan,” jelas sosok seniman teater kerap tampil di sejumlah event nasional. Sebut saja Teater SMK Bhakti Wiyata, Teater Sadel SMAN 8, Teater Gaman dari MAN 2 hingga sejumlah teater di sejumlah perguruan tinggi di Kota Kediri.

“Bukan hanya komunitas teater, di Kota Kediri juga punya sangar bermain, komunitas penggemar sastra hingga komunitas puisi. Bentuk perhatian ini, kelak menjadikan hidup keberadaan teater dan sastra di tengah masyarakat. Dukungan media sosial juga dibutuhkan di era milenial ini, karena menggangap kesenian ini masih susah dicerna,” jelas Mujiono Emje. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry