MENANG : Mas Dhito secara khusus mendapatkan kaos anggota klub badminton (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Sejumlah alasan disampaikan Forum Gawagis Kediri, kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa dalam Pilkada di Kabupaten Kediri akan digelar 9 Desember nanti. Mulai fasilitas infrastruktur yang sangat tidak layak, pendidikan akhlak, perhatian terhadap keberadaan pondok pesantren merupakan benteng negara hingga munculnya gerakan Islam garis keras. Hal ini disampaikan saat acara Pernyataan Sikap Keluarga Besar dan Alumni Ponpes Lirboyo, Kamis (03/11) malam.

Dukungan pun terus diberikan kepada Mas Dhito dan Mbak Dewi dari lingkungan pondok pesantren dan tokoh ulama, jelang digelarnya Pilkada kurang enam hari lagi. Hadir dalam acara di atas, Pengasuh Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (MHM), KH. An’im Falahuddin Mahrus bersama KH. Reza Ahmad Zahid diantara para perwakilan Gawagis, sebutan untuk putra kyai dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kediri juga para alumni Ponpes Lirboyo.

“Mas Dhito ini seperti santri, dulu datang diantar Bapaknya, Mas Pram (Menseskab RI, Pramono Anung Prabowo, red) saat peresmian Rusunawa. Beliau mohon doa restu untuk mencalonkan diri sebagai Bupati di Kabupaten Kediri. Juga merupakan suatu kehormatan bila saat ini Mas Dhito hadir di ruangan khusus ini yang biasanya dipergunakan untuk menyambut tamu menteri atau gubernur,” ucap Gus An’im.

Melalui Juru Bicara Forum Gawagis Kediri, KH. Oing Abdul Muid Shohib, disampaikan alasan memilih Mas Dhito akan mampu menjawab segala permasalahan di Kabupaten Kediri. “Permasalahan jalan berlubang merupakan fasilitas umum masyarakat saja tidak mampu terselesaikan dengan baik. Kemudian keberadaan guru madrasah, pendidikan akhlak kepada generasi muda juga intensif kepada tenaga pengajar Madin dan TPQ.

Mas Dhito : Pondok Pesantren Benteng Akhlak Generasi Muda

MENANG : Pernyataan sikap keluarga besar dan alumni Ponpes Lirboyo (Nanang .P Basuki/duta.co)

Sementara Mas Dhito menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan doa restu diberikan Gawagis Kediri. Dia berharap bila nanti diberi amanah menjabat bersama Mbak Dewi, akan menjadikan pondok pesantren sebagai benteng dalam pendidikan akhlak khususnya bagi generasi muda. Termasuk usulan menggandeng pondok pesantren dalam memberikan materi pendidikan agama di lingkungan sekolahan, bagi Mas Dhito ini merupakan usulan positif dan selama ini belum pernah diterimanya

“Masukkan dari Gus Qodir melebihi masukkan dari para panelis yang saya hadapi selama ini. Saya berterima kasih bila Pondok Lirboyo mau membantu pendidikan keagamaan di sekolahan. Karena berdasarkan data, di kisaran tahun 2023 hingga 2025 terdapat 212 sekolah yang kekurangan guru. Program Pesantren Preneurship, bantuan operasional dan hibah untuk pondok pesantren dengan mengacu aturan Kemendagri serta memberikan  intensif kepada guru madrasah diniyah, merupakan prioritas harus dijalankan,” ucapnya.

Terkait infrastruktur, Mas Dhito membuka data bahwa hampir 60% kondisi jalan di Kabupaten kediri ini dipenuhi jeglongan dan membahayakan para pengguna jalan. Kemudian di tahun 2022 hingga 2023 ada proyek strategis nasional tentunya membutuhkan konektifitas. Seperti proyek bandara, Jalan Selingkar Gunung Wilis dan jalan tol.

“Makanya pemerintah daerah harus hadir melalukan perbaikan total terutama akses jalan dan drainase. Jangan kemudian berdalih normalisasi namun tidak memperhatikan dampak lainnya seperti diperbatasan Kediri dan Nganjuk. Begitu juga permasalahan di Waduk Siman berdampak banjir. Termasuk saat hujan saya akan melarang seluruh kegiatan penambangan pasir karena truk pengangkut pasir akan merusak jalan,” tegasnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry