JAKARTA | duta.co – Ternyata, istri Bacapres Anies Baswedan, Fery Farhati, menjadi perhatian Bu Nyai Jawa Timur. Setelah emak-emak di Kabupaten Siak, Riau kepincut dengan kesederhanaan dan kecerdasan Fery, kini dua Bu Nyai dari Jawa Timur, ingin mengundangnya ke pesantren.

Adalah Ning Eva Munif dari Pesantren DNE Al-Falah Ploso, Kediri dan Ning Mu’lina Shahib dari Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur yang bertandang ke kediaman Anies di kawasan Lebak Bulus Jakarta, Kamis (17/8).

“Ini yang tidak dimiliki Bacapres lain. Saya yakin, ilmu Fery Farhati — sebagai aktivis kampus, psikolog anak — bisa ditularkan ke pesantren. Bu Nyai sudah menangkap kelebihan beliau,” demikian H Tjetjep Mohammad Yasien, SH, MH, kepada duta.co, Jumat (18/8/23).

Menurut Gus Yasien, panggilan akrabnya,  Fery Farhati yang memiliki nama panjang Fery Farhati Ganis itu seorang aktivis (muslimah) kampus. Wanita yang meraih gelar Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi, UGM di Yogyakarta tahun 1996, itu merupakan seorang trainer orang tua dan guru di Lazuardi Global Islamic School, Cinere, Depok 2006.

Selain itu ia juga menjadi trainer guru di Lazuardi Next, Jakarta pada 2007. Kariernya pun semakin bagus, sehingga tak jarang undangan untuk menjadi pembicara pun berdatangan kepadanya. “Beliau juga sering menjadi pembicara pada seminar kemuslimahan di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia,” tegasnya.

Seperti kita tahu, istri Anies Baswedan juga alumni S2 di bidang Applied Family and Child Studies di Northern Illinois University (NIU), School of Family, Consumer and Nutrition Sciences, DeKalb, Illinois, AS 2002. Ini adalah kampus yang sama dengan Anies saat mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah dalam bidang ilmu politik.

Ia juga pernah magang di Community Coordinated Child Care (4C), Dekalb, IL, USA. Juga menjadi trainer orang tua dan guru di Lazuardi Global Islamic School, Cinere, Depok, selain menjadi trainer guru di Lazuardi Next, Jakarta. “Ia juga sering menjadi pembicara dalam pelatihan orang tua cerdas, Komunitas Rumah Pencerah. Ilmunya bisa untuk membantu ibu-ibu muslimat NU,” tegas Gus Yasien.

Ning Eva, putri Kiai Munif Djazuli pun berharap Fery Farhati, istri Anies Baswedan ini mau menularkan ilmunya. Ini lantaran sulitnya orangtua mendidik anak. “Satu sisi, jika kita tidak keras, anak-anak menjadi lembek dan tidak disiplin. Di sisi lain, jika terlalu keras, maka tidak sesuai dengan ruh pendidikan itu sendiri dan bahkan menjadikan anak menjadi lebih keras,” demikian putri Kiai Munif Djazuli.

Menurut Ning Eva, sebagai psikolog anak, Fery tentu menguasai banyak teori pendidikan dan pengalaman yang bisa dibagikan untuk para orang tua. Karena itu, maksud kedatangannya ke Jakarta adalah untuk mengundang Fery hadir dalam sarasehan bertema pendidikan anak di Jawa Timur.

“Oleh karena itu, pada kesempatan sarasehan nanti diharapkan bisa mengeksplor tema tersebut di hadapan ratusan ibu-ibu nyai pesantren se-Jawa Timur yang akan kita hadirkan,” sela Ning Mu’lina.

Ning Eva Munif menjelaskan, sarasehan nanti juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan dan memperkenalkan Fery secara lebih luas ke kalangan Nyai dan tokoh Pendidikan pesantren. “Sebagai psikolog anak Bu Fery sangat tepat jika berbicara tentang pendidikan anak. Insya Alloh acara akan segera direalisasi di Jawa Timur,” jelasnya.

Fery Farhati pun menyambut baik undangan dari kedua tokoh perempuan berpengaruh di Jawa Timur tersebut. “Jika tidak ada aral melintang, maka dengan senang hati hadir. Momen tersebut juga merupakan kesempatan untuk menyerap lebih banyak pengalaman para Ning dalam menjalankan pendidikan di pesantren,” ungkap Fery. (mky.net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry