Foto atas: Peserta LBKK PKS di Museum NU. Foto bawah: Dr Moh Mukhrojin menemui sejumlah peserta. (FT/IST/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Pengasuh Pondok Pesantren Bismar Al-Mustaqim, Surabaya, Dr Mohammad Mukhrojin melihat langsung jalannya Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) besutan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur di Museum NU, Kamis (2/12/21).

Dosen ilmu sosial dan politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG-Surabaya) yang, juga alumni  Pondok Pesantren An Nur Sidoresmo, ini sempat menyalami beberapa peserta dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur, dan acungi jempol.

“Ini jelas menggairahkan semangat santri untuk terus memperdalam kemampuan membaca kitab kuning. Saya berharap tradisi ini dijaga demi kelangsungan aswaja an-nahdliyah. Juga penting untuk menjaga misi dakwah Islam yang rahmatan lilalamin,” jelasnya kepada duta.co.

Lelaki asal Banyuwangi ini, mengatakan, bahwa, pesantren Bismar Al-Mustaqim sebenarnya juga ingin mengirim peserta ke LBKK PKS ini. Tetapi, keburu tutup. “Tahun depan. In sya Allah ada santri Bismar Al-Mustaqim yang ikut meramaikan lomba membaca Fathul Mu’in ini,” terangnya.

Mencermati jalannya lomba, tambahnya, menunjukkan betapa kualitas santri begitu bagus dalam menguasai dan menyampaikan isi kitab.

“Dari jalannya lomba, peserta tampak menguasai cara membaca kitab kuning. Begitu juga ketika menjelaskan isi dari kitab tersebut. Kader-kader ulama ini harus terjaga dengan baik,” urainya.

Ia pun berharap agar lomba yang sama menyasar anak usia madrasah tsanawiyah (MTs).

“Sekarang banyak sekali metode baru yang, membuat anak lebih cepat bisa membaca dan menguasai isi kitab kuning. Andai ada LBKK kelas tsanawi, ini akan lebih hebat,sekaligus menyongsong LBKK kelas aliyah (atas),” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry