Prof Dr Rochmat Wahab. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Bagi Prof Dr KH Rochmat Wahab, Prof Sofian Effendi, Guru Besar Ilmu Administrasi Negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), bukan sekedar teman berjalan. Karena setiap pulang dari kampusnya UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), guru besar dalam bidang ilmu pendidikan anak berbakat pada Fakultas Ilmu Pendidikan ini, selalu melewati rumahnya.

“Beliau itu sudah menjadi ‘potret kampus’ kita, Indonesia. Beliau lima tahun memimpin Universitas Gadjah Mada (UGM). Rektor UGM periode 2002-2007. Ini salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Indonesia. Karena itu, ketika beliau menghadapi masalah terkait pendidikan, maka, dipastikan ada persoalan serius di kampus kita,” demikian disampaikan Prof Rochmat Wahab kepada duta.co, Sabtu (19/7/2025).

Publik, khsusunya warga nahdliyin, terkaget, ketika Prof Rochmat (salah satu sesepuh Nahdlatul Ulama) disebut-sebut ikut tergabung dalam gerakan Maklumat Jogja, yang didalamnya ada Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat (adik Sri Sultan Hamengku Buwono X), Prof Rochmat Wahab, Prof Sudjito Atmorejo dsb. Apalagi isi Maklumat Jogja terbaru adalah Dukungan dan Back Up untuk Prof Sofian Effendi.

Sebenarnya ‘Maklumat Jogja’ sendiri secara terus-menerus memperhatikan dan mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara RI. Maklumat Jogja memahami bahwa negara masih dalam guncangan akibat Pancasila dan UUD 45 dipinggirkan bahkan telah diganti dengan UUD 2002 dengan segala dampak dan akibatnya.

Maklumat Jogja menyadari ikhtiar kembali kepada UUD 45 (asli) belum ada titik terang. Justru persoalan dihilir terus bermunculan tanpa arah yang jelas, termasuk kasus dugaan Ijazah Palsu Jokowi yang berlarut–larut bahkan pemerintah terkesan masih melakukan pembiaran.

“Kita-kita ini sudah tua. Orang yang sudah ‘selesai’ hidupnya. Tidak berharap jabatan atau kekuasaan, apalagi harta. Umur kita sudah lanjut. Hanya tinggal dua  harapan: Pertama, memiliki bekal ketika menghadap Sang Kholiq. Kedua, bisa berbuat baik demi masa depan negeri tercinta, Indonesia,” tegasnya.

Diakui Prof Rochmat, bahwa masalah yang melilit Prof Sofian, turut menjadi perhatiannya. Apalagi   Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) 2002-2007, itu mendadak menarik semua pernyataannya terkait ijazah S1 Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang ada dalam video di YouTube.

Dalam video berjudul “Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002-2007! ljazah Jokowi & Kampus UGM!”, terunggah 16 Juli 2025, Prof Sofian menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah lulus sarjana Fakultas Kehutanan karena IPK-nya kurang dari 2.

“Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran,” kata Sofian dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis 17 Juli 2025.

Masih menurut Prof Sofian bahwa keterangan Rektor UGM Prof Dr Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas.  “Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut,” kata Sofian, dengan surat surat pernyataannya, ia berharap agar wacana tentang ijazah tersebut dapat diakhiri.

Bagi Prof Rochmat, bukan soal isi penjelasan Prof Sofian yang menjadi masalah. Tetapi, menjaga moralitas kampus, itu jauh lebih penting demi masa depan Indonesia. “Ini tugas seluruh elemen bangsa. Hari ini kami dengar, ada alarm keras yang mengabarkan kepada kita bahwa jagat kampus tidak sedang baik-baik saja. Atau bahkan negeri ini tidak sedang baik-baik saja,” urainya.

Itulah mengapa, jelasnya, bangsa ini perlu memikirkan jalan keluarnya. “Nah, Maklumat Jogja itu secara terus-menerus memperhatikan dan mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara RI. Maklumat Jogja memahami betul bahwa negara masih dalam guncangan akibat Pancasila dan UUD 45 dipinggirkan bahkan telah diganti dengan UUD 2002 dengan segala dampak dan akibatnya. Harapan kuat kami, Indonesia segera menemukan jalan keluarnya,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry