
PROBOLINGGO | duta.co – Wali Kota Probolinggo, Dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota, Ina Dwi Lestari memaparkan capaian 100 hari pertama kepemimpinannya, Kamis (5/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Amin menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi Kota Probolinggo yang Tangguh, Berkelanjutan, Sejahtera, Modern, dan Adaptif.
“Kami tidak sekadar bagi tugas, tapi saling menguatkan. Alhamdulillah, kerja sama kami berjalan harmonis,” ujar Amin di hadapan puluhan jurnalis dan undangan.
Amin mengawali masa jabatannya dengan pendekatan langsung ke masyarakat. Ia dan jajarannya aktif turun ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, dan segera menindaklanjuti dengan solusi nyata. Salah satu terobosan awal adalah percepatan penyaluran santunan kematian, yang kini bisa dicairkan hanya dalam tiga hari setelah laporan ke kelurahan.
Di bidang ekonomi, Pemkot Probolinggo meluncurkan Kartu Amanah untuk warga kurang mampu dan memberikan modal usaha Rp1 juta bagi pelaku UMKM.
“Kami juga sudah meresmikan Klinik UMKM dan menggelar berbagai event seperti Larasati dan Festival Sumber Mata Air Sentong untuk menggerakkan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Digitalisasi juga menjadi fokus Amin. Ia memperkenalkan Go Point, layanan publik berbasis digital, serta Drive Thru Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah akses administrasi warga.
“Kami juga meluncurkan dashboard probolinggokota.go.id agar masyarakat bisa memantau kinerja kami secara transparan,” tambahnya.
Di sektor kesehatan, Pusat Kesehatan Gratis dan program pencegahan stunting “Probolinggo Peduli” telah diresmikan. Sementara di bidang infrastruktur, penanganan banjir dan perbaikan drainase di 35 titik rawan menjadi prioritas.
Selanjutnya, program unggulan “Probolinggo Bersolek” melibatkan masyarakat dalam gerakan kebersihan, penataan kota, dan penghijauan.
“Kami sudah membersihkan Stadion Bayuangga, mengadakan lomba taman tematik, dan mengurangi sampah plastik,” papar Amin.
Ia juga menyoroti rencana ke depan, termasuk revitalisasi alun-alun dan program “1 RW 1 Tossa Sampah” untuk pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Di akhir pemaparannya, Amin menegaskan keterbukaannya terhadap masukan.
“Silakan kawal kami. Kritik yang membangun sangat kami harapkan agar Probolinggo semakin maju,” tandasnya. hul







































