
SURABAYA | duta.co – Kegelisahan nahdliyin membaca konflik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sudah sangat sensitif. “Kondisi sekarang harus dipahami oleh PBNU. Karena itu perlu arif dan responsif terhadap seluruh jejaring sosial, baik (media) mainstream (arus utama) maupun tidak. Sekarang dunia medsos begitu cepat. Konten (isi) begitu mudah diubah,” tegas KH Ishaq Masykuri, tokoh NU Lasem, Jawa Tengah kepada duta.co, Kamis (01/01/26).
Dalam kondisi yang tidak normal ini, lanjutnya, PBNU harus arif (bijaksana), responsif, paham bahwa jamaah nahdliyin itu jumlahnya sangat banyak, dengan latarbelakangan berbeda-beda. “Saya masih yakin video pendek (yang mengenalkan Sekjend PBNU di depan Kepala Badan Makan Bergizi Gratis, red), itu baru. Isinya, menurut saya perlu dikoreksi. Kalau tidak benar, PBNU harus segera luruskan. Kalau perlu bikin Jubir (juru bicara) bersama, biar nahdliyin tenang,” tegas dzurriyah muassis NU, almaghfurlah KH Hamid Baidlowi ini.

Menurut KH Ishaq, konsep Islah yang muncul dari acara silaturrahim di Ponpes KH Miftachul Akhyar (PP Miftachussunnah) Surabaya itu belum kuat secara AD/ART. Hanya sebatas keinginan. Tetapi, organisasi perlu ketegasan, bagaimana menyelesaikan keputusan Pleno Syuriyah maupun Tanfidziyah lantaran konflik tersebut.
“Ini terkait orang-orang terhormat. Ada Prof M Nuh, KH Zulfa Mustofo yang telah ditetapkan Pleno Syuriyah sebagai Pj Ketum PBNU. Masak tidak ada penyelesaian dengan baik. Tidak boleh hanya dengan pernyataan kembai seperti semula,” urainya.
Maka, tegasnya, ketika muncul video pendek yang isinya mengenalkan Sekjend PBNU versi KH Yahya Cholil Staquf, nahdliyin dan kiai-kiai juga heran.
“Ini apa-apaan? Masak tidak paham dengan konflik yang begitu menyita keprihatinan kita? Nahdliyin sekarang sangat sensitif, bukan karena kita terprovokasi. Karena itu, tunjukkan soliditas PBNU, walau saya sendiri melihat model islah kemarin, masih setengah hati. Bikin juru bicara bersama agar tidak belepotan dalam mengatasi masalah tersebut,” pungkasnya. (mky)






































