SURABAYA | duta.co – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) memberikan saran kepada Gus Ipul yang hendak menerbitkan ‘buku putih’ kecurangan Pilgub Jatim.

Please move on-lah, tatap masa depan dengan semangat, toh pengabdian bukan hanya di eksekutif saja,” demikian disampaikan Gus Hans kepada duta.co Sabtu (14/7/2018).

Seperti diberitakan, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengapresiasi masyarakat Jawa Timur yang telah memilihnya dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 lalu. Meski kalah, Gus Ipul mengaku bangga dengan dukungan lebih dari 9 juta suara.

“Jatim harus tetap kondusif. Makanya kami juga tidak mengajukan gugatan meskipun banyak catatan pelanggaran. Kami akan bukukan temuan ini (kecurangan) menjadi buku putih,” ujar Gus Ipul.

Menurut Gus Hans, rencana Gus Ipul menerbitkan ini, justru kontradiksi dengan semangat awal. Bukankah jabatan itu sudah tercatat di laufulmahfudz. “Sebenarnya saya merindukan ucapan saat debat bahwa mereka akan menerima dan menghormati siapapun yang dipilih rakyat, karena jabatan itu sudah tercatat di laufulmahfudz. Saya optimistis mereka menjalankan apa yang disampaikan,” tegas Gus Hans.

Sebagai Petugas Partai

Apalagi, lanjut Gus Hans bicara soal kecurangan Pilgub Jatim rasanya tidak perlu menjelaskan secara gamblang. Toh semua sudah mafhum. Bicara soal gambar misalnya, kita bisa saksikan gambar siapa yang masih terpampang di baliho baliho Kota Surabaya dan Blitar, sampai-sampai aparat saja gagal menurunkan.

“Belum lagi soal siapa yang bisa mengerahkan kabinet aktif dalam kegiatan terselubung? Lebih lebih kegiatan itu infonya menggunakan dana APBD . Rakyat tahu dipihak mana Ketua Umum partai yang selalu mengeluarkan ancaman kepada para bupati yang dianggap sebagai petugas partai? ‘Tak pecat kabeh!” katanya.

Sebaliknya, pasangan Khofifah-Emil  punya gubernur yang notabene ketua partai pengusung pun, malah tak pernah kampanye, bahkan sekali pun. “Dan tak satupun bupati dari partai pengusung Khofifah-Emil yang cuti untuk berkampanye. Ini fakta kasat mata siapa sesungguhnya yang bisa melakukan abuse of power (penyalahgunaan wewenang pejabat),” tambah Gus Hans.

Karena itu, saran lain Gus Hans adalah logowo. “Kalau tidak, saya malah khawatir justru menurunkan rasa simpatik pendukungnya yang selama ini membela mati-matian,” tutupnya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.