Tampak Bupati Gus Yani dalam Apel Akbar 30.000 Kader NU Jatim jelang 1 Abad NU yang berlangsung di Alun-Alun Sidayu, kemarin. Foto : much shopii

GRESIK | duta.co – Menarik! Pidato Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dalam Apel Akbar 30.000 Kader Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim), jelang 1 usia abad NU di Alun-alun Kecamatan Sidayu, Kamis (10/11) menjadi perhatian banyak orang.

“Apalagi kita kaitkan dengan wejangan Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (Gus War), maka, arah pergerakan NU menjadi terang benderang. Nahdliyin harus siap berada di garda depan untuk menjaga NKRI. Caranya dengan terus menebar perdamaian, kerukunan dan kesatuan. NU tidak boleh hanya larut dalam hiruk pikuk politik praktis. Luar biasa,” demikian Nur Hadi ST, tokoh NU Sidoarjo, kepada duta.co, Jumat (11/11/22).

Menurut Cak Nur, panggilan akrabnya, tugas pokok  para tokoh NU sekarang adalah membentuk mindset (pola pikir red.) nahdliyin, bagaimana warga NU tidak hanya sibuk dengan urusan politik praktis lima tahunan. “Pola pikir itu harus menancap di benak nahdliyin. Kalau bisa, dahsyat, dan benar-benar menjadi tolok ukur dalam berbangsa dan bernegara, NU benar-benar menjadi benteng NKRI,” tegasnya.

Pemersatu

Gus Yani, dalam pidatonya, mengajak nahdliyin untuk bertekad menjaga stabilitas bangsa Indonesia.NU, katanya, merupakan organisasi besar dan menentukan terjaminnya kestabilan Indonesia. “Untuk itu, seluruh kader NU Jatim harus selalu menjaga eksistensinya,” demikian Gus Yani.

Menurut menantu KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) ini, warga NU memiliki kewajiban untuk menebar perdamaian.“Kami mengajak pengurus dan kader NU untuk selalu menebar perdamaian, kerukunan dan kesatuan. Tragedi Kanjuruhan Malang patut menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, dalam situasi apa pun, sesulit apa pun, masing-masing dari kita harus menjaga keselamatan satu sama lain,” ujar dia penuh semangat.

Acara yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional tersebut, merupakan momentum yang sangat luar biasa untuk dimaknai dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran berharga bagi generasi penerus bangsa.apel akbar ini merupakan momentum yang luar biasa bagi generasi penerus dari para pendahulu, pejuang, dan muassis NU juga NKRI.

“Sebagai kepala daerah Kabupaten Gresik, kami turut bersyukur dan bangga menjadi bagian dari pergulatan akbar ini. Lebih dari 30 ribu pengurus dan kader NU berkumpul, berdzikir, di bumi Gresik kota santri ini. Semoga mendapat limpahan berkah, dan semakin lebih baik,” imbuh dia.

Tanggal 10 November, sambung Gus Yani, harus menjadi momentum menggerakkan tugas kita semua, bahu-membahu, bergandeng tangan saling berperan menjaga dan melanjutkan perjuangan para pahlawan negeri ini. “Dimana perhelatan akbar ini merupakan momentum bagi kita sebagai generasi muda untuk saling menjaga antar umat manusia,” cetus dia.

Sejumlah kiai sepuh NU juga hadir seperti Wakil Rais AM PBNU KH Anwar Iskandar, Rais Syuriah PWNU Jatim KH M Anwar Manshur, dan KH Abdul Matin Jawahir. Tak ketinggalan, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, dan kiai serta bu nyai di Gresik dan sekitarnya. Hadir pula Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama para OPD Gresik, serta para Muspika di Sidayu dan sekitarnya.pii

Sementara, dalam sambutannya, Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar (Gus War)  menyatakan,  selain terus menggelorakan Islam ahlussunnah waljamaah (Aswaja) an Nahdliyah, pihaknya juga mengajak warga NU untuk terus menjaga dan menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Itu komitmen kita. Jaga negara bangsa, yang berbasis Bhinneka Tunggal Ika. Dengan latar belakang budaya, politik, agama, ekonomi yang macam-macam ini menjadi satu yang namanya bangsa Indonesia. Yang hari ini juga kita rayakan Hari Pahlawan,” tegasnya.

Jadi Penggerak

Ulama asal Kediri itu juga menyatakan, warga NU bertekad menolak setiap fikiran, setiap upaya, setiap gerakan, yang ingin mengubah bentuk negara ini dari negara bangsa. “Kita tolak bentuk negara apapun, apakah bentuk kapitalis, sosialis, komunis, khilafah, sekuler, kita tolak itu. Kekuatan kita akan kita gunakan untuk itu semua,” ungkapnya.

Dikatakan, Indonesia adalah rumah bersama. “Di sini kita lahir, di sini kita berjuang, di sini kita hidup, di sini kita mati. Karena itu, mempertahankan negara ini bagian dari jihad fi sabilillah,” ucap dia.

Ulama-ulama NU, lanjut dia, sudah mengajarkan bahwa hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air bagian daripada iman. Tidak sembarangan. Mencintai Indonesia ini bagian daripada iman. “Apakah ada yang lebih tinggi dalam hidup dari iman? Tidak ada. Kalau ada yang mengatakan negara bangsa itu toghut, bahwa demokrasi itu toghut, biarkan saja,”  paparnya.

Kiai Anwar juga mengingatkan agar warga NU untuk tidak terpecah-pecah. Tidak tercabik-cabik. Dikatakan, sekarang ini sudah mulai masuk tahun politik. NU harus menjadi motor bagaimana persatuan Indonesia itu wujud.

“Apapun fenomena yang terjadi. Apakah  ada pemilu atau tidak ada pemilu, NU harus menjadi penggerak dari terwujudnya persatuan Indonesia. Karena menurut Alquran, bersatu itu nikmat. Itu salah satu tugas kebangsaan yang harus dilakukan kader NU,”  kata kiai yang juga mustasyar PWNU Jatim itu. (mky,pii)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry