HIBAH : Ketua KONI Heru Marwanto (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Terkait dana hibah kepada lembaga organisasi olahraga yaitu KONI Kota Kediri tercatat sebesar Rp. 10 miliar sesuai Rancangan Perda Kota Kediri Tahun 2019. Disampaikan Ashari, anggota DPRD Kota Kediri bahwa apa disampaikan Fraksi Demokrat, merupakan bentuk menginggatkan karena ini terkait penggunaan dana hibah bersumberkan APBD Kota Kediri.

“Seperti yang disampaikan fraksi kami dalam pandangan umum, meski Partai Demokrat tidak memiliki kekuatan suara di legislatif. Namun apa yang kami sampaikan sebagai bentuk penginggat. Bahwa sesuai peraturan Presiden, dana hibah yang bisa menerima itu induk cabang olahraga bukan KONI yang menurut kami hanyalah wadah,” jelas Ashari, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri.

Merupakan kewajaran, jika kemudian Fraksi Demokrat meminta secara detail Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) yang dibuat oleh masing-masing induk organisasi, bukan malah KONI yang mengajukan.

Pernyataan di atas sesuai Perpres nomor 95 Tahun 2017 tentang peningkatan olahraga prestasi nasional. Dijelaskan pada Pasal 21, yang boleh menerima dana hibah itu adalah induk organisasi cabang olahraga.

Menanggapai pernyataan ini, Ketua KONI Heru Marwanto periode 2014 – 2019 menyampaikan bahwa sebenarnya dana hibah yang diterimanya berjumlah Rp. 12,4 miliar.

“Kalau dana yang hibah untuk KONI itu jumlahnya tidak 10 miliar lagi, tetapi 12 miliar 400 juta rupiah. Itu digunakan secara umum untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi kemarin. Bahkan karena kita berhasil meraih juara umum kedua, mendapat medali emas 60, medali peraknya 44 dan medali perunggu nya itu 49,” terang Heru Marwanto, ditemui di ruang kerjanya di Gedung Bundar Kampus UNIK, Kamis (21/11).

Selanjutnya, terang Heru Marwanto, dana tersebut oleh pemerintah daerah diberikan untuk reward kepada atlit yang memperoleh juara. “Diambilkan dari bonus itu tadi, jadi untuk bonus itu dananya hampir kurang lebihnya dengan Porprov mencapai 70% dari dana 12,4 miliar itu,” jelasnya.

Sedangkan sisanya, digunakan untuk pemusatan latihan, dibagikan kepada dana alokasi untuk cabang olahraga dan untuk operasional KONI. “Kalau operasional KONI cuman 500 juta saja, tapi kalau untuk Porrov itu paling banyak biayanya, apalagi ada di 4 kota yaitu Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Gresik dan Tuban,” kata Ketua KONI yang tahun ini habis masa baktinya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry