SURABAYA | duta.co – Wakil Ketua DPD Partai NasDem  Kota Surabaya Fatchul Muid mengatakan, partainya membuka peluang bagi siapapun khususnya putra terbaik Surabaya untuk memimpin kota Surabaya. Hal ini menyusul banyakanya bakal calon wali kota (bacawali) Surabaya yang sudah bermunculan.

Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya ini menegaskan, bacawali yang akan didukung adalah yang memiliki komitmen meneruskan pembangunan. Pembangunan yang sudah diprogramkan oleh para walikota sebelum nya.

“Dan wali kota yang akan datang harus mempunyai ide-ide inovatif dalam rangka pengembangan Kota Surabaya,” ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, pembangunan yang sudah dilakukan oleh wali kota periode sebelumnya tidak bisa dikesampingkan. Sebab, jika tidak dilanjutkan, maka pembangunan kota Surabaya akan dimulai dari awal lagi.

“Pembangunan jangan sampai diputus apalagi sampai di bongkar mulai nol lagi, hal ini sangat merugikan masyarakat dan menghambat majunya kota Surabaya,” terangnya.

Cak Muid, sapaan akrabnya, menekankan titik pengembangan pembangunan di kota Surabaya perlu fokus ke beberapa bidang. Diantaranya adalah bidang kesehatan, pendidikan, dan tempat permukiman penduduk.

Lebih lanjut, Cak Muid mengungkapkan, partai NasDem tetap berkomitmen untuk menerapkan politik tanpa mahar. Hal ini bertujuan untuk mencari figur wali kota yang bersih, cerdas, dan mau kerja keras untuk kota Surabaya.

Nama Fatchul Muid masuk dalam bursa Bacawali Kota Surabaya. Bahkan mendapat dukungan tertinggi versi polling online yang diadakan oleh pollingkita.com

Data terbaru, Fatchul Muid mendapatkan dukungan sebanyak 22.2 persen atau 609 suara mengalahkan Dedi Rahman Prehasto yang duduku di peringkat dua dengan perolehan suara 600 atau 21.8 persen.

Nama-nama beken hanya duduk di peringkat bawah. Seperti Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana hanya mendapat 64 suara, Zahrul Azhar As’ad 45 suara, Fandi Utomo 32 suara, Adies Kadir 20 suara.

Selain itu, Ketua DPRD Surabaya Armuji memperoleh 12 suara, Bambang Haryo 19 suara, Vinsensius Awey 16 suara, Hendro Gunawan Sekkota Surabaya 25 suara, dan Kepala Bappeko Surabaya hanya mendapat 58 suara. azi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.