Ketua Youth Fastaman Green, Perumahan Taman Pinang, Glassyderia (tengah) saat memberikan presentasi di depan Bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali di peresmian Fastaman Green, Minggu (27/3/2022). DUTA/ist

Anak muda yang tergabung dalam karang taruna di perumahan Taman Pinang Sidoarjo diajak untuk menjaga lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, mereka juga dilibatkan untuk mengembangkan lingkungan hijau agar bisa menghasilkan menimbulkan dampak ekonomi.


Lingkungan di RW 6, Taman Pinang, Sidoarjo, awalnya kurang tertata dengan baik. Bahkan cenderung kumuh terutama di fasilitas-fasilitas umum. Ditambah, kawasan itu banyak PKL yang berjualan hingga meluber ke jalan raya.

Melihat kondisi itu, para perangkat setempat berpikir untuk menata lingkungan agar lebih indah dan hijau.

Ketua RW 6, Wahyu Purwanto menceritakan, penataan lingkungan dan fasilitas umum tidak semudah yang dibayangkan.

Keinginan Wahyu adalah menjadikan fasum yang ada untuk bisa dibuat taman hidroponik. “Kebetulan ada warga yang punya tanaman hidroponik di rumahnya. Dari banyak diskusi, ada yang mau membiayai, akhirnya terwujud membuat taman hidroponik,” ujar Wahyu.

Fasum yang kumuh akhir disulap menjadi taman hidroponik yang diberinama Fastaman Green. Dalam pembangunannya, para pejabat perumahan itu melibatkan anak-anak muda yang tergabung dalam karang taruna.

“Tapi tidak mudah mencari anak-anak muda itu. Beruntung kami menemukan lima orang yang mau terlibat,” tandas Wahyu.

Melibatkan anak-anak muda ini kata Wahyu karena ke depan, Fastaman Green bukan sekadar ingin memberikan keindahan bagi warga sekitar tapi juga bisa menghasilkan bisnis yang nantinya untuk biaya operasional dan keberlangsungan dari program ini.

“Kita target hanya tiga bulan menyubsidi Fastaman Green ini, setelahnya harus mandiri,” tukas Wahyu.

Ketua Youth Fastaman Green, Perumahan Taman Pinang, Glassyderia keberadaan Fastaman Green nantinya taman itu tidak hanya urban farming tapi bisa jadi tempat wisata dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Nantinya Fastaman Green ini akan jadi etalase saja. Kita akan kembangkan bisnisnya agar lebih menguntungkan, khususnya di bidang pertanian dan perikanan,” jelasnya.

Glassy, mahasiswa International Business Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saat ini sedang menempuh pendidikan double degree di Groningen Belanda ini, memiliki banyak program untuk keberlangsungan Fastaman Green.

“Kami akan bekerjasama dengan pelaku usaha yang ada di kawasan Taman Pinang, misal supermarket, restoran dan sebagainya untuk menyerap hasil tanaman hidroponik kami. Sehingga nantinya akan saling menguntungkan. Apalagi, dunia usaha di Taman Pinang ini masih berada di wilayah RW 6,” tukasnya.

Dengan program kerja dan penataan lingkungan ini, diapresiasi Bupati Sidoarjo, Muhdlor Ali. Bahkan Gus Muhdlor panggilan akrab bupati, langsung meresmikan Fastaman Green itu, Minggu (27/3/2022) malam. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry