SURABAYA | duta.co — Setelah lengser, tak lagi menjabat Wagub Jatim, H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mau apa? Dengan lugas ia menjelaskan, pertama, sang isteri akan membikin yayasan Fatma Foundation yang akan fokus membantu penanganan pencegahan penyakit tidak menular khususnya kanker servik dan payudara.

Yayasan itu akan melakukan penyuluhan keliling bekerjasama dengan sejumlah kelompok masyarakat untuk deteksi dini pasmir. Sebab kalau harus ke rumah sakit biayanya cukup mahal sekitar 400 ribu tapi melalui Fatma Faoundation bisa ditekan tinggal Rp200 ribu karena dokternya tidak usah dibayar.

“Lha yang 200 ribu itu akan kita tanggung dengan dicarikan sponsor supaya masyarakat bisa gratis. Insya Allah kita akan layani sebanyak 50 orang per minggu dengan berkeliling menggunakan bus khusus. Launchingnya pada 4 Februari mendatang bertepatan dengan peringatan Hari Kanker,” jelas Gus Ipul.

Kedua, pihaknya mau belajar menjadi petani dan berguru pada seorang petani yang sudah berhasil membudidayakan tanaman tomat di wilayah Batu.

“Saya mau bertani sebab kami ingin melawan import karena selama ini produk tomat yang ada di pasaran kebanyakan import dari dari Australia. Saya juga ingin mengajak anak-anak muda supaya gembira dan mau menjadi petani,” imbuhnya.

Bagiamana karier politik? Kiai-kiai yang selama ini mendukung Gus Ipul tetap rutin komunikasi termasuk menghadapi Pilpres mendatang.

“Komposisinya para kiai di Pilpres ini 40 persen ke Jokowi, 30 persen ke Prabowo dan 30 persen sisanya masih binggung belum menentukan pilihan,” ungkap Gus Ipul.

“Saya mengapresiasi karena walaupun kiai-kiai itu berbeda, tapi mereka tetap masih mau duduk bareng, itu luar biasa. Terakhir bertemu di sini pada akhir tahun jelang tahun baru,” jelas Wagub Jatim.

Belum Umumkan Pilihan

Ditambahkan, para kiai yang ke Jokowi itu karena ngak enak dengan KH Ma’ruf Amin dan yang di sana (Prabowo) itu ‘garis keras’ semua. Sementara yang mendukung Prabowo karena menginginkan perubahan, tak membela islam tapi kehidupan masyarakat semakin susah faktanya.

Sedangkan yang masih bimbang atau menunggu kesimpulannya adalah mendukung siapapun yang penting harus bisa saling menjaga, jangan sampai paska Pilpres bangsa dan umat pecah.

Ia mengaku setelah Pilgub Jatim lalu sempat ketemu Pak Jokowi dua kali dan melapor ke Prabowo baru sekali karena Gerindra ikut mendukung di Pilgub lalu. Namun setelah selesai tugas menjadi Wagub Jatim urusan Pilprs baru akan dijelaskan kalau memang diperlukan.

“Intinya saya sudah punya pilihan tapi apakah pilihan saya ini akan saya umumkan atau tidak, itu namanya politisi harus seperti apa. Saya terima kasih atas pertemanan selama ini dan mohon maaf jika ada kesalahan selama menjadi wagub Jatim, doakan semoga tetap bisa berkiprah,” pungkasnya (ud).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.