JOMBANG | duta.co – Polemik hasil Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I PCNU Kabupaten Jombang terus menghangat.

Sejumlah peserta menyuarakan aspirasi keadilan ke Dewan Tahkim PBNU, menyoal keputusan kelulusan yang dianggap tidak konsisten dan berpotensi mencederai marwah kaderisasi NU karena ada oknum yang diduga bermain.

Melalui surat yang dikirim ke PBNU hari Senin tanggal 21 Juli 2025, para peserta mendesak PBNU untuk meninjau ulang keputusan kelulusan. Ini demi marwah kaderisasi NU.

Mereka menilai adanya ketimpangan antara peserta yang dinyatakan tidak lulus dengan peserta lain yang absensinya juga bermasalah, namun tetap dinyatakan lulus.

“Kalau lima peserta dinyatakan tidak lulus hanya karena persoalan absensi, maka seluruh peserta yang juga tercatat merah absensinya, termasuk beberapa pengurus harian PCNU Jombang, juga seharusnya tidak diluluskan,” kata KH Amin Yahya (Gus Amin), Jumat (25/7).

Lebih lanjut Gus Amin menyebut, keadilan harus ditegakkan secara menyeluruh. Jika tidak, maka satu-satunya jalan yang adil adalah meluluskan seluruh peserta PMKNU Jombang Angkatan I tanpa pengecualian. Atau mengulang lagi PMKNU Jombang.

“Ini bukan soal siapa lulus atau tidak. Ini soal menjaga marwah PMKNU, PCNU Jombang, dan PBNU. Jangan sampai proses kaderisasi kehilangan legitimasi karena keputusan yang dianggap diskriminatif,” lanjutnya serius.

Hingga berita ini diturunkan, Dewan Tahkim PBNU belum memberikan tanggapan resmi. Sebelumnya, Ketua PBNU Bidang OKK Dr. KH. Miftah Faqih juga sempat merespons ringan soal polemik ini dan menyarankan semua pihak menunggu penugasan resmi dari PBNU.

Polemik ini masih terus bergulir. Banyak kader dan aktivis muda NU di Jombang menantikan bagaimana PBNU akan menyikapi tuntutan ini demi menjaga integritas proses kaderisasi di tubuh Nahdlatul Ulama. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry