SOLO | duta.co – Strategi menyapa ramah warga di sekitar rumah Jokowi yang dilakukan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dinilai sangat positif. Cara-cara santun yang ditunjukkan Sandiaga disambut dengan baik warga Solo.

Saat menyapa komunitas basket di Lapangan Basket Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018), misalnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disambut antusias pengunjung yang sedang berolahraga di Stadion Manahan. Turun dari mobil, Bang Sandi, begitu ia biasa disapa, langsung dikerumi pengunjung yang sebagian besar kaum perempuan atau emak-emak.

Mereka berebut untuk bisa bersalaman dengan Sandi. Mereka juga mengajak Sandi untuk berswafoto (selfie). Salah seorang pengunjung, Rufi (30), mengaku senang bisa foto bersama dengan Sandi. Selama ini Rufi hanya melihat calon wakil presiden nomor urut 02 itu di layar televisi.

“Alhamdulillah, senang bisa foto bersama Pak Sandi. Dari dekat ternyata kelihatan auranya memang seorang pemimpin,” katanya. Meski baru pertama kali bertemu, ibu dua anak ini menilai Sandi memiliki aura kepemimpinan yang merakyat. Selain itu juga berpengalaman di bidang ekonomi sehingga sangat tepat bila memimpin negeri ini.

“Beliau seorang pemimpin. Beliau berpengalaman di bidang ekonomi,” ujarnya. Warga lain, Anita, mengaku senang bisa foto bersama dengan Sandi. Ia tak menyangka bisa bertemu Sandi di Manahan saat berolahraga. “Iya, senang rasanya. Tadi juga ikutan foto bersama,” ucap dia.

Setelah melayani emak-emak foto bersama, Sandi yang memakai kaus biru pendek dan celana training warna hitam menuju lapangan basket. Sekitar 15 menit bermain basket, Sandi kembali menyapa emak-emak dan meninggalkan lapangan basket Manahan. “Seru banget tadi basketnya,” ucap Sandi.

Esok harinya Sandi dan rombongan melakukan lari pagi yang disertai menyapa ramah warga di jalan yang dia lintasi. Sandi terlihat merakyat. Dia berbaur dengan masyarakat.

“Solo memang kotanya Pak Jokowi, tapi kami warga Solo menerima dengan tangan terbuka Pak Sandi. Kami bisa saja nanti di Pilpres memilih Prabowo-Sandi bila program Beliau bagus untuk rakyat, seperti sembako murah itu,” kata Suprapti, warga Kota Solo, Senin 31 Desember 2018.

Kalau program Pak Jokowi gimana? “Ya bagus sih. Tapi sembako memang bertambah mahal hehehe,” katanya tersenyum.

Bukan hanya kali ini. Sebelumnya digelar pula jalan sehat di Solo, Minggu (10/9/2018) lalu, yang berlangsung sangat meriah. Di ujung acara, malah ada pidato politik soal ganti presiden. Ketika itu Mudrick Sangidoe berbicara dari atas panggung acara mengajak masyarakat memilih Prabowo menjadi presiden selanjutnya.

“Hidup Prabowo! Semoga jadi presiden,” teriak Mudrick dari atas panggung.
Kemudian Sugik Nur atau Gus Nur juga menyatakan hal senada. Dia mengajak masyarakat menjadi relawan ganti presiden. “Saya jauh-jauh dari Palu masa enggak ngomong, saya harus ngomong 2019 ganti presiden. Pilpres nanti jadilah relawan. Infakkan uangmu, pulsamu, waktumu,” ujar dia.

Saat dimintai komentar soal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan jalan sehat di Kota Solo itu tak ada hubungannya dengan gerakan 2019GantiPresiden. Meski di ujung acara jalan sehat itu ada orasi politik ganti presiden dari panggung acara.

“Yang terjadi di Solo kemudian kan jalan santai (jalan sehat) masyarakat, saya pikir tidak ada hubungannya itu (gerakan 2019GantiPresiden), bahwa mungkin orang yang sama, tapi tidak berhubungan dengan ganti presiden itu,” ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Penyelenggara acara memang mereka yang pro gerakan 2019GantiPresiden, namun kegiatan tersebut berlangsung damai. JK mengatakan, soal tidak diizinkannya gerakan 2019GantiPresiden di sejumlah daerah semata-mata hanya untuk menghindari konflik di tengah masyarakat. Pemerintah tak bermaksud melarang kegiatan tersebut dengan tujuan membungkam kebebasan berpendapat.

“Karena itu tidak diadakan di manapun secara resmi apabila izin dengan pemerintah,” katanya.

Menurut JK, jalan sehat yang dilakukan di Solo terbukti berlangsung damai. JK pun mengaku terkejut dengan banyaknya massa di jalan sehat di Kota Solo.

“Ya nyatanya tidak menimbulkan konflik walaupun banyak ya. Kita surprise juga begitu besar di Solo. Tapi tidak apa-apa, sekalinya dia bawa (gerakan) ganti presiden mungkin terjadi konflik,” tuturnya.

Terkait gerakan 2019GantiPresiden, JK melihat hal tersebut sebagai hal yang wajar jelang Pilpres 2019. Pendukung Jokowi-Ma’ruf diungkapkan JK juga melakukan deklarasi di berbagai tempat. “Di lain pihak juga ada kelompok lain-lain yaitu mendeklarasi mendukung terpilih kembali Pak Jokowi, kan ada juga. Kan selalu dua pihak, tapi itulah Pemilu, ada pihak 1, ada pro dan kontra, dan itu terjadi dan aman-aman saja,” imbuhnya.

JK pun enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya terkait pengaruh gerakan tersebut ke elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. “Ya pengaruh atau tidak nanti kita lihat hasilnya, bahwa tentu ada saja pengaruh-pengaruh, tapi di lain pihak ada pengaruh juga dalam hal kampanye dari Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf. Relawan-relawan juga memberikan kampanye bersama,” ulas Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini.

Solo yang dikenal sebagai kandang banteng dan lumbung suara bagi Jokowi mulai ada tanda-tanda berpaling ke Prabowo-Sandi. Masyarakat pun memastikan Solo bukan hanya milik Jokowi dan PDIP. “Tidak benar Solo identik dengan Jokowi dan PDIP. Buktinya acara jalan sehat itu. Massanya sangat banyak. Mereka pro-Prabowo-Sandi semua,” kata Suprapto, tokoh pemuda Solo, Minggu malam. “Solo memang kuncinya, bila Solo sudah ditaklukkan, daerah lain bisa direbut oleh Prabowo-Sandi,” katanya lagi.

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar, mengatakan, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang penting bagi pemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Berdasarkan survei internal, Prabowo-Sandi masih sedikit tertinggal dari pesaingnya, Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ya intinya ingin memasifkan posko pemenangan itu untuk dorong motor relawan, motor timses untuk bergerak lebih akseleratif. Karena ya itu tadi survei kami menunjukkan memang sekarang tinggal basis yang harus diserbu dalam tanda kutip ya, kampanye Prabowo-Sandi, ya Jateng salah satunya,” ungkap Dahnil.

Karena itu, demi mengejar ketertinggalan, Prabowo-Sandi menerapkan format kampanye lima dua. Artinya, Prabowo-Sandi akan lebih intens berkampanye di Jawa Tengah dan Jawa Timur dibandingkan daerah di luar Jawa.

“Jateng, Jatim. Jadi gini format Prabowo-Sandi itu ketika turun ke bawah itu formatnya lima dua, lima Jawa, dua luar Jawa. Jadi format itu yang didorong untuk memasifkan kampanye ke depan, kan tinggal 111 hari lagi ya,” ujar mantan Ketum Pemuda PP Muhammadiyah itu.

Meski begitu, Dahnil menegaskan, format kampanye ini bukan berarti Prabowo-Sandi tidak intens berkampanye di luar Jawa. Menurutnya, format ini sebagai strategi pemenangan dengan tetap menempatkan luar Jawa sebagai daerah strategis pemenangan.

“(Jadi) formasi kita lima-dua. Jadi kira-kira Prabowo jalan di lima tempat di Jawa, kemudian jalan di luar Jawa dua tempat. Termasuk ya Papua. Kemarin kan Pak Prabowo di Kupang, NTT, Aceh, ke beberapa tempat di Atambua kemdian hari ini di Ambon,” tutupnya. (tbn/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.