JAKARTA | duta.co  – Calon Presiden  (Capres)  Prabowo Subianto membeber fakta kondisi rakyat Indonesia yang tak kunjung sejahtera karena elite politik salah dalam mengurus negara. Bahkan, gaji seorang dokter di negeri ini ternyata tidak melebihi pendapatan tukang parkir mobil.
Soal minimnya gaji dokter ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI)   membenarkan pernyataan Prabowo. Namun demikian iDI tidak mengetahui persis besaran gaji tukang parkir yang dimaksud Prabowo. Hanya saja IDI menyebut kebanyakan gaji dokter di Indonesia di bawah Rp 3 juta.
“Bisa jadi seperti itu (gaji dokter kalah dengan tukang parkir), karena saya tidak tahu persis berapa pendapatan (tukang) parkir. Yang saya tahu, dari info yang disampaikan oleh teman-teman dokter di berbagai daerah, masih banyak dokter yang pendapatannya masih di bawah Rp 3 juta,” kata Ketum Pengurus Besar IDI, Dr Daeng M Faqih, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/1/2019).
Faqih mengatakan mayoritas dokter umum yang masih berpraktik berada pada golongan III. Para dokter ini, disebut Faqih, paling banyak bekerja dengan pengalaman di bawah 5 dan 10 tahun.
“Rata-rata dokter umum yang jadi garda terdepan pelayanan kesehatan adalah golongan III dengan lama kerja paling banyak di bawah 5 tahun dan di bawah 10 tahun,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo dalam pidato ‘Indonesia Menang’ pada Senin malam. Prabowo menyinggung jumlah pendapatan dokter di Tanah Air.
“Dokter-dokter harus mendapat penghasilan yang layak. Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil,” sebut Prabowo di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam.
Pidato Prabowo dipuji banyak kalangan. Namun demikian kubu Jokowi mengritiknya. Maklum, apa yang menjadi materi pidato Prabowo menohok Jokowi sebab sebagai presiden dia gagal mewujudkan janji-janjinya menyejahterakan rakyat.
“Pak Prabowo menyampaikan hal-hal mendasar kehidupan berbangsa yang belum mampu diwujudkan pemerintahan Pak Jokowi,” kata Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).Kritik terhadap pidato Prabowo itu salah satunya datang dari juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily. Ace menyebut isi pidato Prabowo klise dan miskin gagasan segar.

Suhud lantas berbicara soal kualitas pemimpin dalam memimpin bangsa. Menurut dia, kualitas pemimpin memengaruhi capaian suatu bangsa.

“Potensi besar yang dimiliki tanah air dan bangsa Indonesia tak mampu dikompensasi menjadi kesejahteraan rakyat. Sehingga terjadi paradoks. Salah satu faktor utama tentu terkait kualitas kepemimpinan,” ujarnya.

Suhud mengatakan Prabowo memiliki visi besar untuk memimpin Indonesia. Prabowo, kata dia, akan membawa Indonesia menjadi bangsa pemenang.

“Melalui pidatonya, Pak Prabowo menyiratkan pesan dengan visi besar dan ketulusannya siap memimpin Indonesia menjadi bangsa pemenang,” kata Suhud. (wis/det)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.