JAKARTA | duta.co – Sejumlah megaproyek di era Jokowi dinilai mengecewakan. Termasuk proyek infrastruktur yang sudah dinilai buruk oleh Bank Dunia. Selain Tol Mojokerto – Kertosono yang disebut sepi pengguna jalan tol, Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2018 juga sepi. Padahal bandara ini terbesar kedua di Indonesia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini baru ada 14 penerbangan per hari dari bandara tersebut. “Saya optimistis ini bisa berjalan baik, bahkan mungkin dalam satu tahun kalau sekarang ini 14 movement ya, satu hari,” kata dia di Bandara Kertajati, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).
Saat ini baru ada beberapa maskapai yang melayani penerbangan melalui bandara tersebut, yaitu Citilink, Lion Air, Wings Air, Transnusa dan Garuda. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti, menyebutkan beberapa rute penerbangan yang baru ada saat ini di Bandara Kertajati. Namun tidak semua rute penerbangan dilayani setiap hari.
“Saat ini sudah ada penerbangan dari Kertajati-Surabaya PP, Kertajati-Bandar Lampung PP, Kertajati-Semarang PP, Kertajati-Medan PP dan Kertajati-Balikpapan PP,” katanya.
Selain itu, lanjut dia ada penerbangan internasional yaitu Kertajati ke Madinah untuk melayani penerbangan umroh. Walaupun saat ini belum banyak penerbangan, dia mengatakan jumlahnya akan terus bertambah. Dalam minggu ini akan ada tambahan rute, di antaranya juga terdapat rute baru.
“Sebentar lagi akan dilayani pula Kertajati-Jogjakarta, Kertajati-Balikpapan dan Kertajati-Jakarta melalui Halim Perdana Kusuma,” tambahnya.
Selain itu, juga Kereta (KA) Bandara Soetta yang pada 2 Januari 2019 kemarin telah genap 1 tahun beroperasi di bawah PT Railink. Kareta ini juga diresmikan Jokowi. Lalu seberapa besar transportasi ini bermanfaat?
Institut Studi Transportasi Rabu 9 Januari 2019 ini menggelar diskusi publik untuk meninjau kembali KA Bandara. Ternyata hasil kajian terungkap bahwa KA Bandara masih sangat kurang diminati oleh masyarakat.
“Ternyata KA Bandara ini jauh sekali dari harapan kami. Dari studi kami ternyata load factor atau okupansi KA Bandara hanya 26% dari ketersediaan ideal harusnya 60%,” kata Peneliti Institut Studi Transportasi Deddy Herlambang di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Rabu (9/1/2018).
Institut Studi Transportasi mencatat saat ini terdapat slot 70 perjalanan KA dari 82 slot yang tersedia. 1 rangkaian KA Bandara SF6 berkapasitas 272 orang. Jika dihitung maka total per hari mampu mengangkut 19.040 penumpang dari Bekasi-Jakarta-Bandara Soetta PP.
Namun hingga November 2018 PT Railink mencatat okupansinya pada hari biasa sekitar 2.700-3.000 penumpang, hari Jumat 4.700-5.000 penumpang dan akhir pekan sekitar 2.000-2.500 penumpang.
Jika diambil angka terbanyak di 5.000 orang, okupansinya hanya sebesar 26%. Okupansi itu masih jauh dari harapan. Padahal setiap hari pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 150.000 orang di hari kerja. Sementara di akhir pekan dan hari libur bisa mencapai 200.000 orang. (dtf/wis)