Puluhan Lansia warga Desa Rangkah Kidul datangi kantor Desa ikuti Posyandu Lansia, Selasa, (28/6/22). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Antisipasi dan deteksi dini penyakit, khususnya pada Lansia (lanjut usia), pemerintah Desa Rangkah Kidul kecamatan Sidoarjo kota rutin gelar Posyandu Lansia, Selasa, (28/6/22). Ditengah masih adanya wabah Covid-19 dan DBD (Demam Berdarah dengue), puluhan nenek-nenek yang ingin hidup sehat antusias mendatangi balai desa untuk mengecek kesehatannya.

Salah satu warga, nenek Kasihani (65) mengatakan, kegiatan Lansia ini digelar setiap bulan sekali. “Saya ditensi darah diukur tinggi badan dan berat badan. Kalau ada keluhan akan dikasih obat. Saya sangat mendukung karena untuk mengecek kesehatan, sekarang ini saya lagi greges dan kedua juga gatal-gatal,” kata nenek Kasihani.

Jika ada Lansia yang mengalami keluhan sakit yang harus dirujuk, harus segera dirujuk. “Pengumumannya sewaktu ada yasinan dan di BCF juga ada malah lebih banyak yang datang,” pungkas Bu Fatonah, sekretaris Posyandu Lansia.

Sementara, Kepala Desa Rangkah Kidul, H. Warlheiyono, saat ditemui duta.co, Selasa, (28/6/22) di ruang kerjanya mengatakan, dengan kegiatan Lansia satu bulan sekali ini bisa kontrol kesehatan. Kegiatan berkaitan dengan musim panca roba, ibu-ibu khusunya Lansia di musim panca roba harus sering mengontrol kesehatan.

“Karena rawan sekali terkena sakit batuk, gatal-gatal dan lain sebagainya. Tidak hanya dari segi kapan, namun harus kita perhatikan dia (warga ibu-ibu) saat kesini untuk memeriksakan kesehatan pakai seragam. Hal ini dari kumpulan dan kalau ada rezeki saya bantu kerja sama dan sebagian beli sendiri,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, penampilan harus tetap dijaga. “Saya sendiri sudah Lansia juga seusia kita kalau tidak diperhatikan tidak ada yang mendorong (memotivasi) Lansia warga harus ada pendekatan sebelumnya untuk mendukung kesehatan,” ungkap Warlheiyono, Kades yang familier tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi bapak-bapak. “Ini karena kebanyakan ke tambak, jadi tidak ada atau tidak mau ke Posyandu, bahkan ada yang mengatakan malu dan lainnya. Aktivitasnya banyak dan insyaallah sehat walau usia diatas 60. Kalau perempuan kan lebih banyak di rumah, jadi saya adakan senam Lansia namun bapak-bapak hanya 3 orang, tapi memang sehat-sehat bapak-bapak itu,” urainya.

“Kita juga ada yel-yel Rangkah Kidul untuk yang datang duluan dan aktif dapat rezeki yang datang duluan, dapat uang Rp50 ribu sebagai perangsang agar hadir,” pungkas Warlheiyono.

Nakes (perawat) dari puskesmas Sekardangan, ibu Candra, menjelaskan singkat, kegiatan ini dilangsungkan untuk mengetahui penyakit Lansia. Disini kebanyakan yang sering dijumpai Hipertensi dan diabet.

Senada, ahli gizi Puskesmas Sekardangan, Iswahyuni, mengatakan, “Guna deteksi dini untuk mengetahui tingkat penyakitnya menular atau tidak. Kalaupun ada ditemukan ambang batas, gula darah diabet, asam urat, purine terlalu tinggi, kolesterol sama hipertensi akan ada penangan lanjutan,” ujarnya. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry