Ayla Turbo yang dipamerkan di ajang GIIAS 2019 di Surabaya. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Pengembangan research & development (R&D) di industri otomotif tanah air terus digalakkan. Mobil-mobil konsep pun satu per satu bermunculan, walau dengan biaya mahal dan tidak diproduksi massal.

Salah satu yang mengembangkan R&D dengan sangat getol adalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Mobil yang dikembangkannya adalah Ayla dengan konsep turbo.

Tidak berlebihan jika ADM mengembangkan ini. Karena mobil inilah satu-satunya karya anak bangsa yang tidak dimiliki produk lainnya.

Marketing Director PT ADM, Amelia Tjandra mengatakan saat Ayla ingin dibuat, ada beberapa desain yang disodorkan dari beberapa negara di dunia. Salah satunya dari Indonesia yang merupakan arek Suroboyo.

“Kami cerita ini ya, di awal Ayla mau dibuat. Dari empat desain yang disodorkan kami memilih desain anak bangsa, dari arek Suroboyo lulusan ITS,” ujar Amelia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Surabaya, Sabtu (30/3).

Dengan kebanggaan itu, ADM meminta tim R&D untuk mengembangkan sesuatu yang lain pada Ayla. “Akhirnya lahirlah Ayla Turbo ini. Tidak hanya desainnya arek Suroboyo, tapi Ayla Turbo ini, mesinnya pun karya arek Suroboyo,” tuturnya.

Mobil yang dipajang di area GIIAS 2019 ini, memang berbeda. Ayla Turbo kendaraan sebagai Racing Sport Entry Hatchback.

Dengan ubahan yang dilakukan pada Daihatsu Ayla Turbo Concept ini tentu sangat berbeda dibandingkan Daihatsu Ayla biasa. Pasalnya mulai dari tampilan luar hingga urusan mesin hampir tersentuh modifikasi semua.

“Pokoknya yang mencoba Ayla Turbo pasti akan merasakan bedanya. Tunggu pada 10 April mendatang ya, Surabaya akan dapat kesempatan untuk mencoba mobil ini,” tukas Amelia.

Dengan mengusung konsep Thrilling Simplicity, setiap garis desain, bentuk, dan permukaan Ayla Turbo diperhitungkan dengan baik, sehingga memiliki performa yang Iebih optimal.

Jika brand Daihatsu Ayla terkenal sebagai mobil murah, maka kehadiran Daihatsu Ayla Turbo tidak seperti itu. Tampilan gahar dan performa mesin yang besar membuat mobil mungil Ayla tampak seperti mobil balap.

Amelia mengakui jika mobil ini tidak diproduksi massal, karena mobil sejenis ini memiliki regulasi-regulasi tertentu yang harus dipenuhi pabrikan di Indonesia.

“Kalau seperti ini diproduksi massal, tidak sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia. Kalau terkena polisi tidur, bisa-bisa langsung rusak,” tukasnya.  end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.