Ada keris, 'jimat' dan tongkat kiai yang sering menjadi perhatian pengunjung. Tampak Ust Kahfi (kanan) mendampingi tim MINHA. (FT/MKY)

SURABAYA | duta.co – Kalau tidak ada aral melintang, in-sya Allah, Rabu 10 November 2021 – tepat Hari Pahlawan – berlangsung launching pengoperasian Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari  (MINHA) di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

“Hari ini, kita berkunjung ke Museum NU Surabaya. Harapannya, tentu, bisa belajar banyak terkait manajemen Museum NU. Ke depan bangun sinergitas, bagaimana memaksimalkan peran MINHA dan Museum NU dalam mengawal misi besar para masyayikh,” demikian Gus Habib ( Ir H Habibullah) saat mendampingi tim MINHA kepada duta.co, Rabu (13/10).

Tampak Mas Udin (dua dari kanan) petugas Museum NU saat mendampingi tim MINHA. (FT/mky)

Tim yang mendapat tugas khusus dari Kepala Museum MINHA, KH Abdul Halim Mahfudz, ini langsung menyusuri satu persatu artefak (benda arkeologi atau peninggalan benda-benda bersejarah) di Museum NU. Dari keris, jubah, kitab-kitab, surat menyurat dengan Raja Saud,  sampai bukti iuran bulanan para kiai atas kecintaannya kepada Nahdlatul Ulama.

“Ada juga kisah dramatis ‘sepeda pancal’ Kiai Mahfudz yang menjadi kendaraan utama beliau keliling daerah. Wakila, dan ini shohih, beliau sampai ‘ngontel’ ke Muktamar (Jakarta) dari Jatim. Begitu besar semangat para masyayikh demi NU,” jelas Ustad Kahfi Suharto aktivis NU Menanggal, Gayungan Surabaya saat menyambut Tim MINHA.

Selian Gus Habib, dalam tim ada Syukron Makmun, Aditya Rahman, Ari setiawan, Rifqi Hawari, Ahmad Muzaky, Agus dan M. Singgih. Mereka ini yang akan mengawal, memaksimalkan peran penting MINHA untuk umat.

Siap Memburu Jejak Langkah perjuangan para Masyayikh NU. (FT/M Fadloli)

“Kita (MINHA dan Museum NU di Surabaya red.) bisa sinergitas untuk pengembangan ke depan. Museum ini akan menjadi cermin besar bagaimana para masyayikh NU memperjuangkan Islam ahlussunnah waljamaah, Islam Indonesia yang rahmatan lil’alamin,” demikian Kepala Museum MINHA, KH Abdul Halim Mahfudz yang akrab dipanggilan Gus Iim kepada duta.co.

Banyak yang Belum Terselamatkan

Selain itu, banyak ide-ide segar dari Gus Habib. “Kita harus saling melengkapi. Masih terlalu banyak ‘jejek langkah’ para masyayikh yang belum terselamatkan. Saya mendengar, di Gresik ada koleksi Kiai yang begitu banyak tentang sejarah perjalanan NU. Nanti kita sowan ke Cak Anam (Drs Choirul Anam – Pendiri sekaligus Dewan Kurator Museum NU red), agar berkenan mengantar kita ke sana,” tambah Gus Habib.

Terakhir, tim MINHA sempat ‘mojok’, diskusi kecil membahas bagaimana menyemarakkan launching pengoperasian Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari, sekaligus dalam rangka Memperingati Hari Santri. “Kami berharap pengelola Museum NU Surabaya, bisa hadir dalam acara launching MINHA nanti,” pungkas Syukron Makmun salah seorang tim. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry