(ki-ka) Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), Brand Manager Nestle Lactogrow Gusti Kattani Maulani, Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC di sela acara workshop di Surabaya, Rabu (7/11). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  Sudahkah anak Anda bahagia? Sebelum anak bahagia terlebih dulu orang tuanya yang harus bahagia.

Karena anak akan bahagia kalau orang tuanya bahagia. Kebahagiaan orang tua itu akan tercermin dalam mengasuh anak-anaknya.

Psikolog Elizabeth Santosa mengatakan orang tua sudah banyak yang memahami pentingnya mewujudkan kondisi tumbuh bahagia.

Namun dengan tantangan hidup modern saat ini membuat orang tua menjadi tertekan.

“Bagaimana bisa mendukung kebahagiaan anak bila orang tuanya tidak bisa membahagiakan diri sendiri?,” katanya saat workshop di Surabaya, Rabu (7/11).

Perempuan yang akrab disapa Lizzy ini menuturkan ada empat hormon dalam tubuh manusia yang berkaitan dengan kebahagiaan seseorang.

“Kebahagiaan itu membawa peluang apapun, baik IQ, EQ-nya hingga ke materi,” ujarnya.

Dia menyebut hormon dopamin, hormon serotonin, hormon oxytocin dan hormon endorfin sebagai hormon yang harus distimulus.

Lizzy mencontohkan untuk menumbuhkan hormon dopamin bisa dilatih dengan cara banyak bersyukur akan keberhasilan hidup. Hormon serotonin bisa diproduksi dengan menimbulkan rasa positif akan diri sendiri.

Adapun hormon oxytocin bisa ditumbuhkan lewat pelukan, sharing,aktivitas menyusui atau hubungan suami isteri.

Yang terakhir, hormon endorfin bisa diproduksi lewat kegiatan fisik seperti olahraga.

 “Karena kebahagiaan itu tidak berasal dari luar, tapi dari diri sendiri. Dan kita harus melatih hal tersebut,” ujarnya.

Jika orang tua sudah bisa mengelola kebahagiaannya, maka mengasuh anak dengan konsep mendidik anak dengan bahagia bisa dilakukan.

Dia mengutip hasil studi Child Happiness yang diumumkan Nestle Lactogrow Juli lalu di Jakarta menyebutkan jika 40 persen anak bisa tumbuh bahagia bila didampingi oleh orang tua.

Tapi ia menyadari dengan kehidupan modern saat ini, kata Lizzy, kuantitas pertemuan sulit untuk diwujudkan. Oleh karenanya, yang terpenting adalah kualitas pertemuan.

Dia pun memberi tips saat berinteraksi dengan anak, pastikan orang tua terlibat di dalamnya. Seperti ada kontak mata, orang tua fokus pada kebersamaan dan tidak ada distraksi. “Kunci penting adalah benar-benar fokus saat bersama dengan anak.

Jangan sampai di sebelah anak tapi mata dan tangan orang tuanya sibuk dengan gadget,” katanya.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah lewat pelukan, makanan yang bergizi, cukupi waktu tidur, memberikan cinta tanpa syarat serta mendukung kompetensi anak.

Sementara itu, dokter spesialis anak, Dr.dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) mengatakan jika secara psikis anak sudah bahagia maka tugas orang tua, dalam hal ini ibu akan lebih mudah dalam memberi nutrisi.

“Tinggal memberi asupan nutrisi yang tepat, terutama dengan menjaga keseimbangan mikrobiota usus,” katanya.

Sementara itu  Brand Manager Nestle Lactogrow, Gusti Kattani Maulani mengatakan pihaknya membantu orang tua untuk bisa menerapkan kemampuan untuk membangun kebahagiaan dirinya sendiri.

Dengan demikian bisa membagikan kebahagiaan kepada anak dan keluarga dengan menyediakan nutrisi yang maksimal.

“Kami terus aktif melakukan edukasi untuk menemukan formula tumbuh bahagia melalui keselarasan nutrisi, stimulasi, dan keterlibatan orang tau,” jelasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.