
JAKARTA | duta.co – Dinamis! Rencana Muktamar-35 NU berjalan dinamis. Sebanyak 23 Ketua PWNU telah menggelar Rapat Koordinasi di Jakarta, Senin (27/4) dan Selasa (28/4/26) hari ini. Mereka menyamakan ide dan gagasan, intinya saling mengingatkan tentang pelaksanaan Munas dan Konbes serta Muktamar-35 NU (Nahdlatul Ulama).
Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) DKI Jakarta, Dr KH Syamsul Ma’arif, MA kepada TVNU menyampaikan, bahwa, PWNU ikut guyub menyamakan ide dan gagasan, agar saling mengingatkan betapa pentingnya pelaksanaan Muktamar-35 NU mendatang. Karena itu, mereka berkumpul bersama.
“Pertama, kita memang kepingin ada silaturrahim antara PWNU se-Indonesia dengan PBNU. Baik dari ajaran syuriyah maupu tanfidziyah. Semalam kami sudah bertemu Rais Aam (KH Miftachul Akhyar) sekalipun lewat onliene, zoom. Tetapi kami bisa silaturrahmi. Alhamduliilah,” demikian disampaikan Dr KH Samsul Ma’arif MA, Selasa (28/4/26).
Dan, lanjutnya, pagi ini (Selasa 28/4) kita bisa silaturrahim ke Ketum PBNU. Kepinginnya sih semua pengurus atau setidaknya pengurus inti. Tapi karena waktunya tidak mencukupi, dan dari daerah-daerah juga ada keterbatasan waktu, maka, kita batasi dengan Rais Aam dan Ketum saja. Intinya menyampaikan pesan-pesan, keluhan-keluhan, keprihatinan selama ini yang dirasakan hampir semua PWNU dan PCNU.
Usulan PWNU, jelasnya, “Pertama kita mengusulkan kepada PBNU agar, yang menjadi kesepakatan rapat pleno PBNU, bahwa, muktamar akan diselengarakan sekita Juli atau Agustus, paling tidak awal Agustus bisa terlaksana dengan baik. Kedua, mohon dengan hormat agar PBNU juga segera menyelesaikan proses administrasi terkait SK-SK yang tertunda selama ini, baik SK yang belum keluar yang karateker atau bahkan akan dikarateker, tetapi SK belum turun, ini segera diselesaikan.”
“Kami berharap SK-SK itu segera diselesaikan. Termasyuk kemungkinan perpanjangan SK. Semalam oleh PWNU diputuskan antara lain, bagi PC dan PW yang massa SK-nya berakhir menjelang muktamar, atau 2-3 bulan atau setelah muktamar berakhir, segera diselesaikan. Kita berharap betul, muktamar nanti diikuti oleh semua PCNU dan PWNU, tidak ada yang tersisa sama sekali,” tegasnya.
Berikut hasil koordinasi PWNU yang beredar di media sosial hari ini: Bahwa, demi kemaslahatan Jam’iyah dan agar NU dapat segera kembali fokus pada agenda-agenda besar kebangsaan dan keummatan, maka Forum Ketua PWNU bersepakat:
- Meminta kepada PBNU untuk melaksanakan Muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 sesuai keputusan Rapat Pleno PBNU tanggal 29 Januari 2026. Apabila sampai dengan bulan Agustus 2026, Muktamar belum diselenggarakan, maka PWNU dan PCNU menyatakan sikap mosi tidak percaya kepada PBNU.
- Meminta kepada PBNU untuk konsisten melaksanakan keputusan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 1 8 Maret 2026, antara lain; penuntasan pembentukan Panitia Munas / Konbes dan Muktamar, dan percepatan penyelesaian SK.
- PBNU / Steering Commite harus sudah menetapkan peserta Muktamar (PWNU, PCNU dan PCINU) paling lambat 1 bulan sebelum pelaksanaan Muktamar.(*)





































