AKHIR UTBK : (ki-ka) Slamet Setiawan, PhD selaku Koordinator UTBK Unesa, Prof Bambang Yulianto selaku Wakil Rektor bidang Akademik Unesa, I Gusti Lanang Eka Prismana selaku Koordinator TIK UTBK Unesa menjelaskan tentang UTBK di Gedung Rektorat, Sabtu (25/5). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co  – Dengan berakhirnya tahapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Minggu (26/5), maka siswa yang sudah mendaftar bersiap untuk  mendaftar ke program studi (prodi) yang dituju.

Pendaftaran akan mulai dilakukan pada 10 Juni 2019 hingga 24 Juni 2019 mendatang secara online. Nilai UTBK yang sudah dipegang para peserta bisa menjadi acuan mau mendaftar di prodi apa dan universitas negeri mana.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Bambang Yulianto mengatakan karena Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ini menggunakan nilai UTBK baru pertama kali dilakukan, kemungkinan besar peserta tidak bisa membandingkan.

“Tapi tingkat keketatan tahun lalu bisa menjadi acuan. Kalau dirasa nilainya pas-pasan maka jangan mendaftar ke prodi yang tingkat keketatannya tinggi,” ujar Prof Bambang.

Diakuinya ada prodi-prodi yang memang tidak hanya melihat nilai UTBK. Terutama prodi yang mengutamakan keahlian. Kalau di Unesa, kata Bambang, seperti prodi seni dan olahraga.

Prodi seni dan OR itu harus mengunggah portofolio kinerja dan prestasi yang sudah diraih. Untuk seni, nilai UTBK hanya menentukan 50 persen sedangkan portofolio kinerja dan prestasi juga 50 persen.

Sementara prodi OR, justru nilai UTBK hanya menentukan 40 persen, sedangkan portofolio kinerja dan prestasi 60 persen menentukan peserta diterima atau tidak.

Selain itu, passing grade, juga tidak akan bisa disampaikan oleh PTN karena dasar penerimaan tahun ini bukan pada kriteria nilai tertentu tetapi berdasarkan kuota tiap prodi.

Untuk tahun ini, Unesa menerima 5.860 mahasiswa baru (maba) di luar program doktor dan magister yang berjumlah 400.

Dari 5.860 maba itu, dibagi menjadi tiga yakni SNMPTN sebesar 25 persen, SBMPTN sebesar 45 persen dan jalur Mandiri sebesar 30 persen.

“Namun saat SNMPTN dari jatah 1.458 ternyata yang kami terima hanya 1.408. Ada selisih 50 maba yang akan kami tambahkan ke  seleksi SBMPTN,” tukas Bambang.  end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.