SURABAYA | duta.co – Namanya seakan terpatri kuat di dinding Kantor PWNU Jawa Timur, di depan Masjid Al-Akbar. Maklum, mantan Bendahara PWNU (1997-2007) itu, menjadi bagian penting dari pengadaan Kantor PWNU Jatim. Dialah H Abdul Muid. “Ya, kalau ingat beliau pasti ingat proses pembangunan Kantor PWNU Jatim. Lahu alfaatihah,” jelas AH Zaini  Ilyas, pelaksana lapangan pembangunan KANTOR NU JAWA TIMUR kepada duta.co, Rabu (16/9/26).

Kini, sudah 10  tahun wafat almarhum H Abdul Muid, tepatnya pada 12 September 2016 di RS Mitra Keluarga Surabaya. Ialah bendahara ketika itu Ketua NU Jatim 1997 dijabat KH Hasyim Muzadi dan (2000) diteruskan KH Ali Mashan Moesa hingga tahun 2007. “Selama 10 tahun beliau menjadi Bendahara cukup banyak kegiatan yang menjadi kenangan. Salah satunya adalah mengurus aset-aset tanah NU,” tambahnya.

Menurut H Zaini, tanah kosong yang saat ini berada di sebelah utara KANTOR NU Jawa Timur adalah pemberian mantan Gubernur Jatim, H Imam Utomo sekitar tahun 2000 dengan luas 3200 M.  “Di sini, Aba Muid ditugasi mencari tanah hingga mengurus sampai menjadi sertifkat,” tegasnya.

Soal tanah Kantor NU Jawa Timur (depan Masjid Al Akbar), lanjutnya, juga merupakan bantuan dari  H Imam Utomo ketika menjabat tahun 2004. “Dengan luas kurang lebih 1800 M2, tanah ini merupakan salah satu bantuan dari Bapak Imam Utomo untuk NU Jatim, tahun 2004 dimulai pembangunannya,” ujarnya.

Tahap pertama, kenangnya, ada bantuan dana 4 M dari anggaran yang direncanakan sebesar 7 M.  Seiring perjalanan  waktu pembangunan Kantor NU Jatim tetap berjalan, namun tidak secepat rencana semula kerena keuangan yang kurang lancar.

“Pembangunan berjalan lagi dari Kas PW.NU Jawa Timur dan juga dana talangan atau pinjaman  dari Aba Muid, sampai beliau menggadaikan barang-barangnya pribadi serta mencari pinjaman ke Bank untuk mendapatkan dana. Guna membayar tagihan kepada pelaksana Proyek. KH Hasyim Muzadi mencarikan bantuan untuk selesainya pembangunan Kantor NU Jawa Timur namun jumlahnya tetap tidak bisa menutupi dari rencana semula.”

Pembangunan Kantor NU Jawa Timur, tegasnya, akhirnya dapat dituntaskan pada awal tahun 2007 dan sudah siap ditempati dan sebelum pelaksanaan Konprensi NU di Genggong, Probolinggo April tahun 2007. “Akhirnya semua aktivitas perkantoran pindah dari Raya Darmo 96 ke Kantor (depan masjid Al Akbar). Namun sampai selesainya pembangunan Kantor NU masih menyisakan hutang ke H Abdul Muid sebesar 3 M lebih. Semoga amal jariyah almarhum di terima di sisiNya,” pungkasnya. (rls)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry