PERSIK : Mantan Pelatih Timnas Indra Sjafri saat memberikan coaching clinic di Stadion Brawijaya (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co – Nama Indra Sjafri dalam dunia sepak bola Indonesia cukuplah populer membawa  Timnas Indonesia U-19 menjuarai Turnamen Kejuaraan Remaja U-19 AFF pada Tahun 2013. Pada laga final mengalahkan tim Vietnam.

Kini, dirinya tidak memiliki jabatan selain menekuni akademi sepak bola didirikan di Kota Bandung. Apakah Persik Kediri akan menggunakan jasanya, seiring dengan perombakan di tubuh manajemen tim kebanggaan Kediri, Persik Kediri.

Seiring akan digulirnya Liga Tiga, tim Macan Putih sebutan Persik Kediri dikabarkan melakukan perubahan pada sejumlah jabatan. Termasuk munculnya sosok manager baru, Benny Kurniawan menggantikan Anang Kurniawan, dikabarkan memilih fokus melayani masyarakat di lingkungan pemerintah kota.

Namun, Benny Kurniawan justru menanyakan kembali sumber informasi tersebut, saat dikonfirmasi di Stadion Brawijaya, Minggu (28/1) usai coaching clinic. Bila kemudian Indra Sjafri dikontrak manajemen baru nanti, maka ini membuktikan keseriusan Persik Kediri untuk mengembalikan kejayaan karena sebelumnya sempat bermain di Liga Dua.

Ditemui di stadion kebanggaan Persik Kediri, Indra Sjafri mengaku bahwa bakat anak muda di Kota Kediri cukup bagus.

“Saya menyarankan kepada bapak wali kota, jangan hanya tingkat SMP, namun juga di tingkat SMA sederajat,” jelasnya dihadapan wartawan.

Sebelumnya pada pagi hari, mantan pelatih Timnas ini mengajarkan teknik passing, shooting dan control bola dihadapan siswa tergabung dalam SSB Airlangga bertempat di Halaman SMPN 2 Kota Kediri. Sementara itu, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar turut hadir di stadion, menjelaskan kedatangan Indra Sjafri untuk memberikan coaching clinic untuk evaluasi sepak bola di Kota Kediri.

“Kita ingin tahu selama ini kita kurangnya apa. Kita ingin mencetak bibit unggul tidak hanya dilevel tim besar namun juga nasional,” ujarnya.

Mas Abu, sapaan akrabnya mengungkapkan Kota Kediri ingin mencetak bibit unggul sepak bola yang bisa digunakan ditingkat nasional. Untuk itu diletakkanlah sekolah khusus sepak bola di sekolah yang memiliki grade tinggi.

“Tadi saya banyak ngobrol dengan coach Indra Sjafri ternyata ada korelasinya antara IQ dan ketepatan seorang pemain untuk mengambil keputusan. Jadi banyak yang ingin masuk ke sekolah bola ini,” ungkapnya.

Disinggung apakah Persik Kediri akan menggunakan jasanya untuk melatih, Mas Abu mengaku setuju dengan catatan pihak manajemen memiliki anggaran yang cukup untuk mengontraknya. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.