JEMBER | duta.co – Siapa yang tidak bawa smartphone android saat ini. Hampir semua masyarakat desa sudah pegang smartphone untuk komunikasi dengan sesama, untuk berjualan dan kegiatan pendukung eksistensi lainnya seperti punya media social seperti  FB, IG dan sejenisnya.

Makin mudahnya masyarakat memiliki smartphone android tidak lepas dari dukungan jaringan infrastruktur seluler yang memadai. Sehingga akses komunikasi menjadi lancar, tidak ada buffer karena dukungan jaringan 4G plus, seperti yang dilakukan Indosat Ooreedo yang menambah sekitar 100 sites 4G plus di wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi.

Dan keberadaan jaringan 4G plus di wilayah Jember, kota dengan jarak sekitar 150 km dari Surabaya ini terus berbenah memanfaatkan infrastrukur teknoogi yang ada. Diantaranya tumbuh suburnya jual beli online, banyaknya entrepreneur yang justru muncul kala pandemi memanfaatkan teknologi  untuk menjual produknya serta digitalisasi pengurusan dokumen skala desa yang kini sedang dirintis oleh Pemkab Jember dengan konsep smart village.

Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto mulai melakukan akselerasi untuk mewujudkan desa pintar (Smart Village) di Kabupaten Jember.  Aplikasi desaqu ini merupakan platform untuk memudahkan pelayanan administrasi desa yang terintegrasi. Aplikasi ini merupakan buatan CEO PT. Samudera Desa Mandiri, Miftah K. Fahmi, MBA yang merupakan warga asal Kecamatan Wuluhan Jember.

Miftah menuturkan, aplikasi ini dibuat berkat keinginan Bupati Hendy Siswanto dengan tagline dari aplikasi Desaqu “Cara mudah mengurus dokumen di desamu”. Aplikasi ini menawarkan beragam fitur, seperti database penduduk, pengurusan dokumen secara online, forum warga, hingga lapak desa.

Selain itu, Miftah menambahkan, fitur yang ditawarkan ini bisa dikurangi maupun ditambahi, tergantung permintaan pemerintah setempat.

“Misal ada warga desa di Jember yang kuliah Universitas Indonesia di Jakarta yang membutuhkan surat keterangan tidak mampu. Maka lewat aplikasi ini bisa langsung diurus dan dicetak,” jelas Miftah yang kembali ke Desa kembangkan aplikasi layanan berbasis teknologi dari pemuda asal Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Dia pulang setelah menuntaskan pendidikan magister atau S-2 di Business Administration (MBA), Pukyong National University, Busan, Korea Selatan.

Lulus dari Universitas Brawijaya, Malang, Miftah mendapatkan beasiswa S-2 di Korea Selatan. Menuntaskan pendidikan magister di Negeri Ginseng selama dua tahun, sempat membuatnya tidak bisa pulang ke Indonesia karena pandemi.

Selama meninggalkan Jember dan pergi kuliah ke Korsel, dia melihat kondisi desanya begitu-begitu saja. Dia resah dan ingin adanya smart village. Karena itu, bersama rekannya yang masih kuliah di Korsel, Miftah mewujudkan smart village dengan membuat aplikasi berbasis android, bernama Desaku.

Aplikasi tersebut dapat mempermudah masyarakat memproses administrasi desa. “Jadi, membantu proses pengurusan administrasi di desa, termasuk warga desa yang tinggal di luar kota ataupun luar negeri,” jelasnya.

Lewat aplikasi tersebut, desa juga bisa memiliki data digital yang tepat. Termasuk menginventarisasi penduduk yang usianya masuk 17 tahun sebagai syarat memiliki suara di pemilu atau KTP.

“Bantuan kemiskinan juga terdata. Jadi semua data terintegrasi dan mudah diaplikasikan juga diakses oleh semua masyarakat. Konsep ini bisa diterapkan di semua desa di Kabupaten Jember,” tuturnya.

Jaringan kuat Indosat Ooreedo juga dirasakan Khoiriyah, pemiik kedai Mak Iing yang jualan off dan online di wilayah Kencong, Kecamatan Kencong, kota di pinggir pantai Paseba, sekitar 40 km barat dari  Kota Jember.

Bagi Iir, panggilan akrabnya, stabiitas jaringan Indosat Ooreedo di wilayah Kencong sangat membantu peningkatan omset dagangan online yang dilakukannya meski pembelinya kebanyakan masih di wilayah Kencong, Jombang, Gumukmas, Umbulsari dan sekitarnya.

“Konsep jualannya sangat sederhana dengan mengandalkan media social Facebook dan Instagram. Jadi beberapa item menu baru ataupun lama secara regular saya share ke FB dan IG. Bagi peminat yang mau order, tinggal DM ataupun menghubungi lagsung ke nomor WA,” jelas Iir.

Bagi iir, kenapa konsep jualannya tidak menggunakan website karena bagi masyarakat pinggiran belum terlalu familiar. Selama ini para pembeli yang kebanyaan dari masyarakat menengah bawah sudah akrab dan terbiasa dengan media social karena praktis dan tidak bertele-tele.

“Pandemi berdampak besar pada omset penjualan offline. Namun tertolong dengan penjualan online yang terus meningkat kala pandemi. Justru jualan online inilah yang menjadi penopang kala penjualan offline tutup karena regulasi,” tegas Iir.

Sementara Dedy Kasrut, Kepala Desa Umbulsari, tetangga desa Sukoreno mengaku peran sangat penting hadirnya jaringan telekomunikasi di desa. sebagai Kepala Desa, Deddy mengaku sangat terbantu untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten, dengan perangkat desa dan dengan warga.

“Dengan pemkab kini koordinasi kerap menggunakan layanan video conference, sehingga bisa dengan cepat dan mudah dilakukan. Demikian juga dengan perangkat desa, semua wajib punya smart phone sehingga ada group khusus mempercepat komunikasi dan penyelesaian bila ada masalah,” jelas Deddy.

Ditanya kendala jaringan, Deddy menegaskan selama ini tidak ada masalah dengan jaringan operator telekomunikasi yang sudah hadir di Desa Umbulsari. Seperti Telkomsel, Indosat Ooreedo, XL dan yang lain.

“Saya membuka seluasnya kepada operator telekomunikasi untuk memperkuat jaringannya disini. Dengan kapasitas dan jaringan yang makin kuat, banyak keuntungan yang bisa didapatkan warga desa. Tidak hanya untuk akses medsos, banyak manfaat lain yakni kecepatan informasi dan info untuk produk pertanian bagi para petani.”

Tidak ada hambatan komunikasi pelanggan Indosat Ooreedo untuk semua platform bagi warga Jember tidak lepas dari penambahan sites yang dilakukan secara massif menghadirkan 4G Plus Kuat guna memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat Jember dan sekitarnya.

Sementara SVP-Head of RegionEast Java & Bali Nusra, Soejato Prasetya, “Jaringan Indosat Ooredoo siap melayani kebutuhan telekomunikasi pelanggan mulai dari ibadah hingga belajar online melalui peningkatakan performansi jaringan dengan menambahkan sites baru di wilayah Jember dan sekitarnya, memperbaiki kualitas, dan meningkatkan kapasitas layanan data.”

Soejanto Prasetya menegaskan “Kami yakin bahwa pengembangan jaringan 4G kami yang berkelanjutan, bersama dengan model operasi digital canggih yang kami mulai awal tahun ini di Network Operation Center (NOC) dan Customer Engagement Management (CEM) kami, akan memastikan bahwa pelanggan kami mendapatkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.”

Indosat Ooredoo telah menambah sites 4G pada beberapa area di wilayah Jember, Banyuwangi dan sekitarnya lebih dari 100 new site dan akan bertambah tahun ini. Untuk meningkatkan performansi jaringan, Indosat Ooredoo telah meningkatkan kapasitas layanan datanya sekitar 38%. Layanan Voice over LTE (VoLTE) kami sekarang tersedia secara nasional, yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara di jaringan 4G kami, dengan kualitas suara yang superior, tanpa mengganggu konektivitas data yang sedang berjalan.

“Mendukung pengalaman digital pelanggan, Indosat Ooredoo meluncurkan Kartu Perdana Freedom Internet 8 GB bonus kuota hingga 24 GB dengan isi pulsa atau beli paket data tiap bulan”, imbuh Soejanto. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry