PEMENANG : Para pemenang IndonesiaNEXT 2025 tersebar dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.(dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Potensi talenta muda digital di Indonesia sangat besar dan menjanjikan. Bagi Gen Z (8-23 Tahun) dunia digital sudah jadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Saat ini banyak talenta muda yang ahli IT, ahli disain, ahli coding, programer dan bikin startup di usia masih sangat muda.

Telkomsel menangkap peluang tersebut dengan memberi wadah potensi talenda muda digital tersebut lewat program IndonesiaNEXT yang digelar tiap tahun. Tahun 2025 ini, program IndonesiaNEXT masuk edisi ke-9 dengan jumlah pendaftar terus bertambah dari seluruh Indonesia. Dimulai sejak Desember 2024, IndonesiaNEXT ke-9 telah menarik 9.692 pendaftar dari berbagai universitas.

IndonesiaNEXT ke-9 sendiri wadah pengembangan talenta digital muda dengan kurikulum berbasis tren industri, mencakup AI, komunikasi digital, pitching inovasi, kepemimpinan, hingga desain layanan. Program ini sejalan dengan misi Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun SDM unggul melalui sains dan teknologi, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Sejak 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 peserta dari 807 universitas di 38 provinsi, menghasilkan 256 alumni terbaik dan menerbitkan lebih dari 7.700 sertifikat kompetensi digital. Sebuah program sertifikasi digital yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi dan daya saing generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital.

Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom. dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melihat potensi talenda muda yang mahir di dunia digital sangat besar. Seringkali karena rasa curiosity yang tinggi, suka utak-atik program, bisa menjadi pisau bermata dua.

“Banyaknya pendaftar dan peserta dalam program IndonesiaNEXT menunjukkan antusiasme yang tinggi dari generasi muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital mereka,” kata Eko Pamuji.

Dengan kompetisi yang sangat ketat, menyaring ribuan pendaftar tentu saja banyak ide-ide segar dan solusi inovatif yang dihasilkan oleh peserta program IndonesiaNEXT menunjukkan potensi besar talenta muda digital Indonesia dalam menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

“Berdampak positif kalau terarah dengan menciptakan teknologi baru, aplikasi baru. Akan menjadi negatif kalau tidak terkendali dengan menjadi hacker, bobol data dan tindakan kriminal lain. Disinilah perlunya wadah seperti IndonesiaNEXT yang mengarahkan potensi talenda digital tersebut menjadi lebih terarah dan bermanfaat karena ada mentor dan tujuannya.”

Eko Pamuji melihat perlunya kolaborasi dan dukungan dari berbagai instansi. Banyaknya pihak yang terlibat dalam program-program tersebut, seperti perusahaan, institusi pendidikan, dan pemerintah, menunjukkan dukungan yang kuat untuk mengembangkan talenta muda digital Indonesia.

“Banyak perusahaan dan lembaga yang mewadahi dan memberi kesempatan talenda muda digital berkembang. Konsistensi Telkomsel lewat program IndonesiaNEXT perlu terus dilanjutkan karena tantangan teknologi ke depan terus berkembang butuh inovasi dan solusi dari para talenta muda digital yang sangat mungkin terjaring dan menjadi pemenang dalam even tersebut.”

Terbaik dari Ribuan Karya Talenda Muda Digital Potensial
Telkomsel menutup rangkaian program IndonesiaNEXT ke-9 melalui IndonesiaNEXT Summit 2025 di Jakarta (18/9) lalu. Mengusung tema “AI Sharpening Youths”, agenda pamungkas Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Telkomsel ini upaya meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia agar lebih tajam, progresif, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Setelah melalui tahapan National Webinar & Placement Test, Tech-Based Certification, dan Ideation Bootcamp, 24 finalis terbaik yang terbagi dalam delapan tim mendapatkan pembekalan intensif Digitalent Academy bersama para pakar industri. Dengan topik seperti The Future of AI, Communication & Networking, Deliver a Good Pitch, Leadership for Team Building, Digital Industry Career Path, dan Service Design.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan “Melalui IndonesiaNEXT ke-9, Telkomsel berupaya memastikan generasi muda Indonesia menjadi pelaku aktif dalam transformasi digital. Tema ‘AI Sharpening Youths’ kami wujudkan di program CSR ini melalui kurikulum khusus AI yang bisa mendorong mereka untuk menjadi lebih tajam, progresif, dan siap untuk masa depan. Kami percaya dengan dukungan yang tepat, talenta digital kita bisa mengakselerasi pencapaian visi Indonesia Emas 2045.”

Berdasarkan kreativitas, kolaborasi, dan dampak yang diusung, Telkomsel mengumumkan Jason Emmanuel (BINUS University) sebagai Best Hacker, Khoiru Rizki B.A. (Universitas Negeri Surabaya) sebagai Best Hipster, dan Atha Marcela (BINUS University) sebagai Best Hustler.

Kemudian, inovasi PennyWise terpilih sebagai The Best MVP. Digagas oleh Muhammad Abir N. (Institut Teknologi Bandung), Azzalia Salsabila (Universitas Gajah Mada), dan Jason Emmanuel (BINUS University).

Tuntasnya gelaran IndonesiaNEXT 2025 menggugah ide penulis untuk mengulas perjuangan dan karya pemenang yakni PennyWise.id, TernakPro.id dan Lockinapp.id. Dimana para pemenang masih usia muda, masih kuliah. Tujuannya agar bisa jadi inspirasi para talenta muda digital untuk tetap semangat berkarya di skala nasional dan global.

PennyWise.id Yakin Diterima Pasar dan Dilirik Investor

Jason Emmanuel Perwakilan The Best MVP PennyWise sekaligus Best Hacker (dok/duta.co)

PennyWise.id merupakan aplikasi keuangan pintar yang dirancang untuk Gen Z dan milenial muda agar dapat membangun kebiasaan finansial sehat dan efisien dengan mencatat pengeluaran secara cepat, menetapkan anggaran, memonitor kemajuan keuangan, dan menghindari doom spending. Fitur andalannya mencakup input one-tap, scan otomatis, chatbot AI, serta rekomendasi penghematan personal.

Jason Emmanuel Perwakilan The Best MVP PennyWise sekaligus Best Hacker mengatakan, “IndonesiaNEXT menjadi pengalaman berharga bagi tim PennyWise. Program ini tidak hanya mengajarkan pentingnya kolaborasi, juga membuka wawasan baru tentang pemanfaatan AI. Di bidang finansial, AI sangat membantu kami, mulai dari forecasting saldo, membaca struk, hingga mengembangkan chatbot finansial 24 jam yang bisa diakses kapan pun. Bagi kami, AI menjadi mitra yang memperkuat produktivitas dan memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.”

Lebih detil Jason menceritakan gagasan PennyWise berawal dari permasalahan yang banyak dialami generasi muda saat ini, yaitu sulitnya mengatur keuangan pribadi secara konsisten. Kami melihat kecenderungan anak muda yang sering melakukan pengeluaran impulsif, namun tidak memiliki sistem pencatatan yang praktis dan relevan dengan keseharian mereka.

“Dari situ kami terpikir untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu mencatat pengeluaran, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan finansial yang lebih bijak. Nama PennyWise terinspirasi dari ungkapan “A penny saved is a penny earned.” Maknanya, setiap penghematan kecil merupakan langkah berarti menuju kestabilan finansial.”

Filosofi tersebut jelas Jason menjadi dasar pengembangan aplikasi kami, agar setiap keputusan keuangan pengguna, sekecil apa pun, dapat memberikan dampak positif bagi masa depan mereka.

“PennyWise dikembangkan dengan memahami karakter dan kebutuhan generasi muda yang serba cepat, dinamis, dan akrab dengan teknologi. Tujuan kami adalah menghadirkan pengalaman pengelolaan keuangan yang tidak kaku, melainkan adaptif dan personal.”

Jason menambahkan beberapa keunggulan utama aplikasi PennyWise ini adalah Chatbot Finansial berbasis AI (Llama-3-Versatile) dengan lima gaya komunikasi berbeda sesuai preferensi pengguna. Fitur OCR berbasis Tesseract untuk membaca struk belanja secara otomatis tanpa input manual.

“Model LSTM untuk menghasilkan smart insight, analisis pola pengeluaran, serta prediksi saldo akhir bulan. Livechat Konsultan Finansial yang memungkinkan pengguna berdiskusi langsung dengan tenaga ahli,” ujarnya.

Dengan kombinasi tersebut jelas Jason PennyWise tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga membantu pengguna memahami perilaku finansialnya dan mengambil keputusan yang lebih bijak. Setiap generasi memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengelola keuangan.

“Generasi X cenderung lebih stabil dan konservatif, sehingga lebih nyaman menggunakan aplikasi finansial yang formal dan terstruktur. Sementara Gen Z dan Milenial lebih menyukai pengalaman yang interaktif, ringan, dan berbasis kecerdasan buatan. Karena itu, kami memilih fokus pada segmen Gen Z dan Milenial terlebih dahulu.”

Strategi ini memungkinkan kami membangun produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Setelah fondasi pengguna dan fitur utama terbentuk dengan baik, barulah kami akan memperluas ke segmen lain di masa mendatang.

“Untuk jangka pendek, kami berfokus pada penyempurnaan MVP dan peningkatan akurasi pada fitur OCR serta chatbot AI. Kami juga sedang melakukan uji coba pengalaman pengguna melalui beta testing di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.”

Dalam jangka menengah, kami menargetkan peluncuran versi publik dengan sistem AI Financial Advisor yang lebih proaktif, serta integrasi dengan dompet digital dan fitur edukasi finansial.

Untuk jangka panjang, kami ingin membangun ekosistem kolaborasi dengan lembaga keuangan dan mitra fintech, serta memperluas skala PennyWise ke pasar Asia Tenggara sebagai asisten keuangan berbasis AI yang berfokus pada generasi muda.

“Saat ini, aplikasi sudah mencapai tahap MVP fungsional dengan seluruh fitur utama berjalan dengan baik, namun proses penyempurnaan tetap terus dilakukan agar semakin relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Ditanya keyakinan PennyWise dilirik ventura asing Jason menegaskan “Kami cukup optimistis dengan peluang tersebut. Tren global menunjukkan bahwa solusi keuangan berbasis kecerdasan buatan sedang berkembang pesat, terutama di kalangan Gen Z yang sangat terbuka terhadap teknologi baru,” katanya.

Dengan keunggulan berupa kombinasi AI, OCR, prediksi berbasis LSTM, serta pendekatan personal yang kuat, PennyWise memiliki potensi besar untuk menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Namun bagi kami, prioritas utama saat ini bukan sekadar mencari pendanaan, melainkan membangun produk yang benar-benar memberikan dampak nyata dan dipercaya oleh pengguna. Ketika nilai dan manfaat aplikasi sudah terbukti, kami yakin kesempatan investasi akan datang dengan sendirinya.”

TernakPro.id, Berdayakan dan Tingkatkan Produksi Peternak

TernakPro : (kanan) Best Hipster dalam ajang IndonesiaNEXT 2025 Khoiru Rizki B.A. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) (dok/duta.co)

Best Hipster dalam ajang IndonesiaNEXT 2025 yakni Khoiru Rizki B.A. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengusung konsep membantu peternak menjadi lebih mudah dalam meningkatkan produktivitas. TernakPro adalah aplikasi pintar yang memudahkan peternak mengatur ternak, mencatat pakan dan kesehatan, hingga mengelola keuangan. Peternak juga bisa konsultasi langsung dengan ahli melalui WhatsApp, cepat dan praktis

Dalam perbincangan dengan duta.co disela kuliah di kampus Unesa Ketintang, Khoiru Rizki B.A menceritakan dia dan tim TernakPro ingin inovasinya mengarah ke agrikultur atau di petanian, ke lingkungan dan sebagainya. Akhirnya Khoiru Rizki B.A yang biasa dipanggil Adam mengusulkan di sektor peternakan dengan dibantu dua mentor.

Adam mengakui meski tidak punya pengetahuan ternak karena tidak pernah punya ternak tapi tertarik dengan peternakan ketika punya tetangga peternakan di dekat rumah, tinggal jalan kaki sambil mengamati soal peternakan.

“Nah di situ setiap hari itu melihat semakin lama jumlah peternakan sapi yang dikelola tetangganya semakin menurun. Turunnya karena harga jual sapi kadang tidak stabil, kemudian kalkulasi biaya pakannya tidak sesuai sehingga merugi,” kata Adam yang mengambil jurusan Teknik Informasi semester 7 di Unesa.

Sebelum bikin aplikasi TernakPro, Adam dan tim sempat ketemu dengan sejumlah peternak, supplier pakan ternak untuk dilakukan riset. Melihat kenyataan bahwa dunia pertenak penuh liku, akhirnya tim sepakat bikin aplikasi peternakan untuk membantu para peternak dengan lebih efisien, efektif dan berhasil.

“Nama aplikasinya TernakPro.id, semua masalah peternakan ada. Mulai dari membantu mengkalkulasi biaya pakan, membantu rekomendasi peternak. Misal ada peternak baru, di aplikasi kami itu bisa memberikan rekomendasi dengan AI menginputkan lahannya berapa, modalnya berapa, tujuannya apa sampai pemasarannya,” jelas Adam.

Tidak hanya tegas Adam manajemen pencatatannya juga ada di aplikasi kami, jadi bener-bener ingin meningkatkan keuntungan mereka. Target marketnya tentunya para peternak mulai skala kecil dan besar.

“Cuman kan peternak besar itu biasanya sudah menggunakan IoT kayak perangkat. Sedangkan kami fokus memberdayakan peternak kecil dan menengah supaya mereka tetap stay di peternakannya. Tidak mundur karena terus merugi. Sampai saat ini yang sudah gabung tiga peternak.”

Adam menambahkan TernakPro.id sendiri itu sebenarnya sudah deploy, sudah semuanya. Kalau dari rancangan pengembangan selanjutnya ingin bagaimana aplikasi ini yang awalnya itu desainnya untuk para peternak milenial lebih mudah digunakan para peternak yang usia 40 ke atas.

“Biar bisa lebih gampang diakses untuk generasi X (usia 40 tahun ke atas). Kalau dari saya sebagai hipster akan merombak ulang di bagian desain aplikasinya.Nantinya TernakPro ada dua versi, Millenials dan Genarasi X,” jelas Adam.

Caranya sangat mudah tinggal mengaktifkan mode simple atau mode klasiknya. Kenapa demikian karena segmen millenials dan generasi X beda pemahaman terhadap teknologi. Generasi X matanya mulai menurun ikonya lebih besar-besar, juga tombolnya lebih besar dan lebih banyak di tampilan gambar, tidak terlalu banyak teks yang menyulitkan mereka.

“Pengembangan lain yakni ada AI agent makin mudah. Tinggal di-klik microphone, kemudian tolong berikan rekomendasi pakan untuk ternak sapi saya, jenis sapi PO dan sebagainya. Di AI agent ini dia akan mengenerate data sehingga ada formula untuk pakan khusus serta ada supplier-nya juga. Nah supplier-nya nanti juga bekerja sama dengan aplikasi ini,” jelas Adam.

Adam menambahkan rencananya juga ada marketplace. Jadi tidak hanya dalam manajemen dan konsultasi terkait ternaknya, tapi juga kami ingin mengarah ke marketplace. Jadi kalau mau nyari aplikasi yang include semua fitur itu dalam membantu peternakan mereka, ya di TernakPro.id ini kami rencananya seperti itu.

“Saya dan tim sudaha mencoba mengenalkan TernakPro.id ke sejumlah peternak dan respon bagus dan mendukung. Mereka benar-benar merasa terfasilitasi adanya aplikasi itu. Cuman, untuk yang peternak usia lanjut, itu masih butuh penyesuaian dan pendekatan.”

Alasannya jelas Adam ada yang skeptis dan takut menggunakan aplikasi. Disinilah tantangannya makanya kami benar-benar membuat segmentasi TernakPro.id lebih ramah untuk para peternak usia lanjut. Kalau ingin aplikasinya user-friendly harus testing aplikasinya dan minta masukan.

“Jumlah peternak semakin menurun di Surabaya dan Sidoarjo cuma beberapa peternak. Tantangannya tidak semua peternak itu melek teknologi. Sehingga itu tantangan bagi saya dan tim bikin aplikasi harus melakukan literasi beberapa kali dan terus berkembang sesuai kebutuhan.”

Ditanya rencana ke depan, Adam menambahkan akan mengenalkan TernakPro.id ke sejumlah instansi terkait, salah satunya Dinas Peternakan. Harapannya bisa mengumpulkan
para peternak mengenalkan TernakPro.id sekaligus menjelaskan tentang mudahnya beternak dengan memanfaatkan teknologi.

“IndonesiaNEXT mengubah mindset dan menambah wawasan dengan fasilitas komplit. Banyak pengalaman berharga dan belajar dari mentor-mentor hebat juga sesama peserta yang beragam.”

Adam berharap besar TernakPro.id bisa menjadi solusi para peternak millenials dan gen X. TernakPro.id memiliki fitur manajemen ternak, pencatatan pakan, manajemen keuangan, konsultasi dengan ahli, dan rekomendasi suplier pakan.

“Tim support kami siap membantu Anda 7×24 jam melalui chat langsung di aplikasi, email [email protected], atau telepon di 14022.”

Keamanan data pengguna jelas Adam adalah prioritas kami. TernakPro berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan pengguna dalam menggunakan layanan kami. Kami menerapkan langkah-langkah perlindungan yang relevan dan terus menyesuaikan pendekatan kami agar tetap aman dan sesuai dengan kebutuhan peternak di lapangan.

Tingkatkan Produktifitas App dengan Lockinapp.id

LockIn : (kanan) Runer Up Hipster di IndonesiaNEXT 2025 Rizky Febrian Dwi Putra mahasiswa Semester 7 Universitas International Semen Indonesia (UISI) (dok/duta.co)

Berbeda dengan konsep yang diusung Runer Up Hipster di IndonesiaNEXT 2025 Rizky Febrian Dwi Putra mahasiswa Semester 7 Universitas International Semen Indonesia (UISI) jurusan Sistem Informasi asal Driyorejo Gresik. Rizky menawarkan konsep aplikasi yang diberi nama Lock In dengan web lengkapnya https://lockinapp.id/.

Rizky mengatakan LockIn adalah istilah yang digunakan sebagai trend oleh anak muda di media sosial terhadap mudahnya mereka terkena distraksi. Distraksi adalah proses mengalihkan perhatian individu atau kelompok dari area fokus yang diinginkan dan dengan demikian menghalangi atau mengurangi penerimaan informasi yang diinginkan .

“Oleh karena itu nama yang kita gunakan LockIn. Tujuan nya agar anak muda mudah karena sudah familiar dengan istilah LockIn. Lock In sendiri konsepnya bergerak dibidang kategori produktifitas App,” kata Rizky.

Lebih lanjut Rizky menjelaskan Lock In adalah solusi all in one, dengan mengintegrasi lock app, task management, dan journaling yang dilengkapi dengan AI untuk membentuk Sistem yang lebih Fokus mengurangi distraksi dari social media. Distraksi digital secara sederhana dapat diartikan sebagai gangguan karena perangkat media elektronik dan media yang memecah konsentrasi dari pekerjaan utama yang sedang dilakukan.

“Anak Muda usia Produktif menjadi segmen pasarnya. Karena masalah doom scrooling dari media social paling banyak adalah anak muda yang sudah terpapar internet sejak kecil, seperti gen z dan gen alpha.”

Dengan konsep solusi all in one, Rizky menegaskan target jangka pendek, kita ingin mengakusisi pasar trendsetter lock in. sementara target jangka menengah kita menargetkan pasar anak muda yang menganut self improvement. Dan target jangka Panjang, kita menargetkan keseluruhan anak muda yang tidak hanya tinggal di Indonesia saja.

“Cukup yakin dengan target tersebut karena permasalahan ini sudah muncul dari anak muda sendiri. Dimana munculnya trend #lockin yang mengusungkan permasalahan yang mereka hadapi,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut jelas Rizky akan mulai dari perencanaan  campaign dengan organik konten untuk build awarness dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki visi misi yang sama, yang nanti setiap tahun kita akan punya KPI untuk menilai, seberapa selarasnya progress yang ada dengan target kita. Imam ghozali

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry