
SURABAYA | duta.co – Buku ini lebih menekankan pada aspek ekonomi. Meski diakui, konsep atau gagasan ‘Indonesia Rumah Kaca’ yang muncul dari pemikiran tokoh muda, Prof Dr (HC) Tuntas Subagyo, ini bisa masuk ke relung politik, hukum serta budaya kita, nusantara.
Tuntas Subagyo, hari-harinya dikenal sebagai Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), menawarkan konsep ‘Rumah Kaca’ untuk Indonesia tercinta. Ia membawa ‘mimpi lama’, sebuah kejayaan ekonomi pada masa Mojopahit, Singosari serta Sriwijaya berkuasa.
Begitu juga rakyatnya, pada saat itu, lebih tertata rapi, lebih sami’na wa atho’na tanpa harus kehilangan jatidiri sebagai rakyat. Diakui, sekarang, zaman sudah berubah. Era digital tidak bisa dinafikan begitu saja. Tetapi, menurut Tuntas, ekonomi kreatif yang bertumpu pada roda modernisasi, digitalisasi justru menjadi dahsyat apabila dijalankan dengan transparansi, sebagaimana dituangkan dalam ‘Indonesia Rumah Kaca’. (hal 284).
Ia kemudian memberi contoh pola koperasi, kebersamaan, dimana prinsipnya adalah mendongkrak kesejahteraan anggota. Pola ini sangat tepat untuk menggerakkan ekonomi wong cilik, sekaligus berjalan rapi, tanpa ada pihak yang harus ‘dimakan’. Negara sebagai regulator, tugasnya mengawal jalan ekonomi ini secara ketat.
“Hari ini pemerintah membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Kabarnya sudah ada 79.182 koperasi Merah Putih terdaftar di Coretax per November 2025. Ini langkah strategis untuk menyelamatkan ekonomi grassroot atau akar rumput,” demikian disampaikan Tuntas Subagyo kepada duta.co, Ahad (23/11/25).
Gagasan ‘Indonesia Rumah Kaca’ tegasnya, lebih menekankan pada transparansi. Ekonomi Pancasila jika diterjemahkan lebih dalam, akan bertemu dengan konsep ‘Indonesia Rumah Kaca’. Setiap Sila akan terasa lebih membumi, mewarnai prilaku kehidupan menuju Indonesia Emas. Sektor apapun kalau dilakukan dengan penuh amanah, transparan, tidak ada pat-gulipat, maka, hasilnya jauh lebih baik.

“Dan ini harus kita jalankan, kita pahami bersama-sama. Saya melihat pemerintah hari ini menuju ke sana: baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, menuju negeri yang baik, Indonesia Emas penuh pengampunan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Tuntas yang lahir 2 Desember 1977, dan untuk tahun ini 2 Desember 2025 bersamaan dengan konser ‘Gema Surya Nusantara’ bersama Iwan Fals dan tipe-x yang berlangsung di Taman Maulidya, Purbayan, Sukoharjo. (mky)



































