SURABAYA | duta.co – Perekonomian Indonesia akan maju jika didukung proses Politik Ekonomi Inklusif.
Hal itu diungkapkan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama RI, Tanri Abeng di depan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Jumat (5/4).
Politik Ekonomi Inklusif sendiri merupakan pengelolaan beberapa sektor unggul di Indonesia, seperti sektor pertanian, sektor pangan, sektor kelautan dan sektor pariwisata.
“Politik Ekonomi Inklusif merupakan konsep pengelolaan sektor unggul Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang memiliki jiwa entrepreneurship, profesional, dan ahli di bidangnya serta didukung oleh peran pemerintah,” jelas Tanri.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini melihat negara ini sangat kaya akan sumber-sumber alam.
Dan dalam Ayat 4 Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bahwa kekayaan alam Indonesia mestinya digunakan untuk sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat.
“BUMN sudah maju pesat, swasta sudah maju pesat, perusahaan asing sudah sangat maju, tetapi koperasi di dalam negeri masih tertinggal,” kata Tanri.
Di sisi lain, Tanri juga menyampaikan besarnya kontribusi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
UMKM memberikan kontribusi perkembangan dan pertumbuhan di Indonesia, dengan persentase sebesar 99,9 persen dari seluruh unit usaha yang berada di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Tanri juga menjelaskan salah satu cara untuk membesarkan UMKM sekaligus meningkatkan produktivitasnya, adalah mendirikan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR).
Menurutnya, BUMR akan membuat usaha-usaha kecil dan mikro, mengorganisasikan diri mereka secara sistematis dengan menggabungkan koperasi-koperasi mereka serta berkolaborasi dengan BUMN sebagai pelaku ekonomi.
Tanri Abeng berkesempatan berbagi pengalaman dalam sebuah kuliah umum yang bertemakan, BUMN sebagai Lembaga Pelaku Ekonomi Negara Dan Politik Ekonomi Inklusif Melalui BUMR. Ada 600 mahasiswa yang mengikuti kuliah umum ini.
Tanri sangat berjasa terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. Ia merintis karier di bidang manajemen yang berangkat dari jenjang terbawah dan berpengalaman selama lebih dari 30 tahun di dunia bisnis.
Selama menjadi Menteri Pendayagunaan BUMN, ia merancang strategi agar BUMN mampu menciptakan nilai (value creation).
Turut mendampingi dalam acara tersebut, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, dan GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Ibnu Chouldum. Hadir pula Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, serta segenap civitas akademika Universitas Airlangga.
Unit Manager Commrel & CSR Marketing Operation Region (MOR) V, Rustam Aji, menyampaikan bahwa Pertamina sebagai salah satu BUMN sangat mendukung dalam memajukan UMKM, termasuk di Jawa Timur.
“Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina MOR V tercatat telah menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp 140,8 miliar pada 2016 hingga 2018, kepada UMKM di Jawa Timur,” jelas Rustam.
Di hadapan peserta kuliah umum, Tanri Abeng juga meluncurkan sebuah buku berjudul, Pelajaran Bagi Bangsa, 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng.
Ditulis oleh peneliti Fachry Ali, buku ini banyak mengulas tentang bagaimana perjalanan karier dan pengalaman seorang Begawan Manajemen Indonesia. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.