MALANG | duta.co – Dalam rangka implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar FGD. Tema yang diangkat The Role of Sociopreneurship to Achive Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam sambutannya, Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi menyampaikan bahwa saat ini telah memasuki era menerapkan MBKM. Dimana terdapat sembilan program dari Kemdikbud yang Alhamdulillah Fakultas ini telah berpartisipasi semua. Diantaranya, program Student Exchange dengan mengirimkan mahasiswa ke lima negara termasuk juga di dalam negeri.

“Ada pula program dari mahasiswa luar negeri yang saat ini mengikuti program Tridharma Inbound Mobility baik itu akan kuliah satu semester maupun program Internship,” ujar Diana.

Dekan yang dikenal inovatif ini menyampaikan pula, dengan adanya program MKBM akan mendorong FEB Unisma senantiasa terus bergerak untuk mengikuti program-program MBKM seperti program inovasi desa, bela negara, magang serta sociopreneurship.

Saat ini ada kurikulum baru yang ada di Fakultas ini termasuk kurikulum mata kuliah Sociopreneurship yang saat ini sangat diminati mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Diana juga mengarahkan mahasiswa dan dosen untuk menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi harus memahami dan mendalami dan mempratikkan Sociopreneur.

“Banyak implementasi Sosiopreneurship yang berjalan sukses di Kabupaten Malang seperti Wisata BonPring di Desa Sanankerto Turen, Wisata Kuliner Pujon Kidul mampu memberikan kontribusi dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteran Desa,” terang Diana.

Ia juga menyampaikan dengan adanya FGD ini akan mengupas tentang peran perguruan tinggi dalam implementasi model Pentahelix guna mengurangi tingkat kemiskinan sehingga mendukung SDGs. Disamping itu akan memberikan informasi kepada perguruan tinggi mengenai Best Practice dan juga kelemahan dari Bumdes yang telah berjalan.

Tentunya kita akan mengetahui best practice dari sociopreneurship ini terutama di Bumdes Kertaraharja Sanankerto. Meski sukses, tentunya ada beberapa kelemahan yang dapat dicarikan solusi dengan menggandeng perguruan tinggi. Konsep pengelolaannya Pentahelix, dimana peran perguruan tinggi itu untuk mendukung tata kelola dari Bumdes dalam mendukung kemandirian dari desa.

Di akhir sambutannya, Diana berharap ada program Tridharma Perguruan Tinggi yang mampu menjadikan pilot project desa mandiri. Sehingga dapat mengimplementasikan model Penthahelix dalam pengembangan Socipreneur di Kabupaten Malang.

“Ada program pengabdian masyarakat dari FEB Unisma yang nantinya bisa diarahkan adanya pilot project suatu desa mandiri dengan berbagai aktivitas dan juga berbagai operasional bisnis,” ujar Diana.

Hadir dalam kesempatan ini sebagai narasumber FGD, Drs H Samsul Arifin MSi selaku Direktur Bumdes Kertaraharja dan Pengelola Desa Sanankerto Kec. Turen Kab. Malang. Juga ada Wahju Martini SSos MAP selaku Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Desa Kab. Malang. Serta Esti Pratiwi SE yang merupakan pegiat desa yang juga Tenaga Ahli Kabupaten Malang.

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry