Dr Teguh Herlambang
Dosen Sistem Informasi, FEBTD

PARIWISATA merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional di berbagai negara,  termasuk Indonesia yang kaya akan warisan budaya. Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi utama di Indonesia yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi yang cukup cepat penciptaan lapangan kerja.

Namun, sektor ini juga membawa dampak signifikan terhadap lingkungan, termasuk jejak karbon yang tinggi, eksploitasi sumber daya alam, serta produksi limbah yang berlebihan.

Di era serba digitalisasi ini, masyarakat sudah mulai menyadari pentingnya data. Data membantu seseorang untuk pertimbangan-pertimbangan penting sehingga mengarah kepada pengambilan keputusan yang tepat.

Pengimplementasian data ini tidak hanya pada individual saja, namun juga pada perusahaan dan pemerintahan. Dengan semakin majunya dan semakin canggihnya teknologi, orang-orang mulai mencari-cari sumber data yang baru dengan menggunakan AI dan data science.

Melalui pemanfaatan teknologi seperti data science, pelaku wisata dapat meningkatkan peluang usahanya dengan menganalisis tren wisata berbasis teknologi. Selain itu, pendekatan digital juga mendukung optimasi pemasaran, perencanaan, dan pengelolaan destinasi wisata secara lebih efisien.

Manfaat data science pada sektor pariwisata salah satunya adalah pptimalisasi operasional dan profitabilitas. Algoritma data science dapat memprediksi periode puncak dan sepi pengunjung, membantu perusahaan mengelola inventaris, mengalokasikan staf, dan mengoptimalkan sumber daya secara efisien.

Data science dapat membantu mendeteksi aktivitas penipuan pada pemesanan online dengan menganalisis pola transaksi yang mencurigakan. Selain itu juga dapat menganalisis tren pasar, pola permintaan musiman, dan harga pesaing, maskapai penerbangan dan hotel dapat menyesuaikan harga secara real-time untuk memaksimalkan pendapatan.

Selain itu manfaat data science juga bisa dirasakah untuk strategi pemasaran Dimana dengan Data science memungkinkan perusahaan pariwisata untuk menargetkan segmen pelanggan tertentu dengan kampanye pemasaran yang relevan.

Misalnya, iklan untuk wisata keluarga dapat ditujukan kepada wisatawan yang memiliki anak kecil. Dengan menggunakan data geospasial, perusahaan dapat menentukan lokasi strategis untuk menargetkan wisatawan atau mempromosikan destinasi tertentu.

Diperluas dengan menganalisis data besar dari media sosial dan platform pemesanan, pengelola destinasi dapat mengidentifikasi tren pariwisata yang sedang naik daun dan mengembangkan produk atau layanan baru yang sesuai. Sehingga dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi data science, maka dapat mendorong berkembang dan meningkatnya pendapatan dan pemasaran sektor pariwisata di negara kita ini. *

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry