SURABAYA | duta.co — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di National Star Academy (NSA) Surabaya, Selasa (3/2/2026), tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga sarat nilai edukatif. Sekolah menjadikan momen Imlek sebagai sarana pembelajaran multikultural yang melibatkan seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Sejak awal kegiatan, siswa diperkenalkan pada budaya Tiongkok melalui sajian kuliner khas seperti dumpling atau jiaozi dan ronde. Dalam tradisi Tiongkok, jiaozi melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, sedangkan ronde menjadi simbol kehangatan keluarga dan kebersamaan. Di Indonesia, kedua hidangan ini telah bertransformasi menjadi bagian dari kuliner lintas budaya.

Nuansa pembelajaran semakin terasa lewat rangkaian pertunjukan seni. Atraksi wushu tampil sebagai pembuka dengan gerakan tegas yang mencerminkan disiplin dan ketangguhan. Sementara modern dance hadir sebagai simbol dialog antara tradisi dan kreativitas generasi muda.

Pertunjukan musik menjadi salah satu sorotan. Kolaborasi alat musik tradisional Tiongkok seperti guzheng dan yangqin dengan biola modern, dipadukan dengan vokal siswa SMP dan SMA, menghadirkan harmoni lintas budaya yang memukau. Penampilan ini dibawakan oleh Vanessa Jolin dan San San (kelas 12), Reinhart dan Nikita (kelas 7), serta Maegan (kelas 8).

Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan barongsai yang disambut antusias oleh siswa dari jenjang preschool hingga SMA. Dengan iringan tabuhan tambur, barongsai bergerak lincah menyapa penonton, sementara siswa berebut memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai sebagai simbol doa dan keberuntungan.

Melalui perayaan ini, siswa tidak hanya mengenal tradisi Imlek, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai perbedaan. NSA menempatkan pendidikan sebagai proses menyeluruh yang membentuk kecerdasan akademik, emosional, dan sosial.

Sebagai sekolah SPK, National Star Academy menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi berwawasan global dengan kepekaan budaya yang kuat. Perayaan Imlek 2577 yang dimeriahkan penampilan siswa dari TK hingga SMA serta bazar kuliner Nusantara dan Tiongkok ini menjadi bukti bahwa sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk merawat keberagaman sejak dini.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry